Banner ADV

Anggaran RT-Ku Terbaik Turun Jadi Rp50 Juta, Tenggarong Fokuskan Kegiatan Prioritas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Anggaran RT-Ku Terbaik Turun Jadi Rp50 Juta, Tenggarong Fokuskan Kegiatan Prioritas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Anggaran RT-Ku Terbaik Turun Jadi Rp50 Juta, Tenggarong Fokuskan Kegiatan Prioritas

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Pemangkasan anggaran Program RT-Ku Terbaik 2026 dari rencana Rp150 juta menjadi sekitar Rp50 juta per RT.

Kebijakan ini membuat pemerintah kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) harus menyesuaikan rencana pelaksanaan kegiatan.

Di Kecamatan Tenggarong, penyesuaian akan dilakukan dengan mengarahkan setiap RT untuk kembali memetakan kebutuhan lingkungan dan menentukan kegiatan yang paling mendesak.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah mengatakan masih menunggu kepastian Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebagai dasar untuk menjalankan program tersebut.

Setelah dokumen dan ketersediaan anggaran dipastikan, kecamatan akan menyosialisasikan perubahan alokasi dana kepada RT sekaligus mengarahkan penyesuaian usulan kegiatan.

"Sekitar akhir Agustus, kami ada komunikasi dengan Sekda bahwa anggaran Rp 150 juta menjadi sementara Rp 50 juta karena melihat kondisi keuangan pemerintah," ujar Isnaniah, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, perubahan alokasi tersebut membuat rencana kegiatan yang sebelumnya disusun tidak bisa seluruhnya dijalankan. Setiap RT perlu meninjau kembali usulan agar sesuai dengan anggaran yang tersedia dan waktu pelaksanaan yang tersisa.

Karena itu, rapat di tingkat RT akan menjadi ruang untuk menentukan kegiatan prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat. Dalam proses tersebut, pengurus RT juga akan mendapatkan penjelasan mengenai petunjuk teknis (juknis) penggunaan anggaran.

"Di dalam rapat RT itu nanti akan dibuka juknisnya, ini apa saja kebutuhan di RT," tuturnya.

Isnaniah menjelaskan, usulan kegiatan tetap berasal dari masing-masing RT. Sementara itu, pihak kecamatan berperan mendampingi dan memastikan kegiatan yang direncanakan sesuai ketentuan serta memungkinkan untuk direalisasikan.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian ialah gotong royong. Menurutnya, kegiatan tersebut telah banyak dilaksanakan masyarakat sejak awal tahun sehingga perlu disesuaikan kembali dengan alokasi anggaran yang tersedia.

"Kalau gotong royong itu tidak bisa ditunda. Jadi mereka tinggal mengganti saja anggaran alokasi untuk gotong royong," ujarnya.

Selain besaran anggaran, keterbatasan waktu juga menjadi pertimbangan dalam menentukan kegiatan. Jika pelaksanaan baru dapat dimulai menjelang akhir tahun, maka pemilihan program harus memperhitungkan kemampuan RT menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal.

"Kalau kita memaksa dengan Rp150 juta juga tidak bisa. Mepet waktunya, realisasinya tidak akan selesai. Tenaga dari RT sendiri juga terbatas," katanya.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Kecamatan Tenggarong berencana melibatkan pendamping kelurahan. Mereka akan membantu menyosialisasikan ketentuan program sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penggunaan anggaran.

Isnaniah menegaskan, penyesuaian tersebut perlu dilakukan agar program tetap berjalan sesuai kebutuhan warga, meskipun dana yang tersedia lebih kecil dari rencana awal.

"Ter penting nanti sesuai juknis dan kebutuhan RT. Kita lihat apa yang bisa dilaksanakan dalam waktu yang ada," ucapnya.

Ia berharap DPA dapat segera diterbitkan pada Oktober sehingga tahapan pelaksanaan program bisa dimulai. Namun, realisasi tetap bergantung pada ketersediaan anggaran.

"Kalau DPA turun tetapi anggaran tidak tersedia, kami juga tidak bisa menagihkan," katanya.

Diketahui, Kecamatan Tenggarong memiliki sekitar 400 RT yang menjadi sasaran Program RT-Ku Terbaik. 

Dengan penyesuaian anggaran pada 2026, setiap RT diharapkan dapat memprioritaskan kegiatan yang paling dibutuhkan masyarakat dan memungkinkan untuk diselesaikan sebelum akhir tahun. (Adv)