Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menerapkan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di musim tanam Oktober 2026-Maret 2027 (Okmar).
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan PPU ditarget menerapkan PM-AAS di lahan seluas 3.546 Hektare (Ha) hingga Desember 2026.
Namun, yang telah terealisasi baru 6 Ha di wilayah Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru. “Penanaman padi dengan metode tanam PM-AAS baru 6 hektare, realisasi ini masih jauh dari target,” kata Gunawan, Jumat (9/10/2026).
Gunawan menyatakan percepatan realisasi penerapan metode tanam PM-AAS di Benuo Taka terkendala sumber air di musim kemarau. Lahan pertanian di PPU yang hanya mengandalkan tadah hujan, tentu kesulitan pengairan ketika memasuki musim kemarau seperti yang terjadi saat ini.
Lahan pertanian yang tergarap hanya lahan yang memiliki sumur bor sebagai sumber pengairan. “PPU masih dilanda kemarau, jadi itu kendalanya untuk mempercepat realisasi metode tanam PM-AAS,” bebernya.
Gunawan mengaku optimis akan mencapai realisasi pola tanam PM-AAS di lahan seluas 3.546, jika November dan Desember 2026 turun hujan.
“Kalau turun hujan yang lebat di bulan November dan Desember, petani pasti menggarap sawahnya. Kalau kondisi seperti sekarang ini masih kemarau, tentu sawah yang ada ini tidak bisa digarap,” terangnya.
Ia mengungkapkan, penerapan metode tanam PM-AAS membutuhkan benih lebih banyak dibandingkan pola tanam tabur langsung dan jajar legowo.
“Metode tanam PM-AAS ini lebih rapat sehingga membutuhkan benih padi mencapai 70 Kilogram (Kg) per Ha,” pungkasnya.


