Banner ADV

DP3A Kukar Dampingi Anak Korban Kebakaran, Cegah Trauma Berkepanjangan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak korban kebakaran (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak korban kebakaran (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DP3A Kukar Dampingi Anak Korban Kebakaran, Cegah Trauma Berkepanjangan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak korban kebakaran (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak korban kebakaran (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DP3A Kukar Dampingi Anak Korban Kebakaran, Cegah Trauma Berkepanjangan

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak korban kebakaran (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak korban kebakaran melalui kegiatan bermain dan menggambar, Kamis (8/10/2026).

Upaya ini dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak setelah mengalami peristiwa kebakaran.

Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah mengatakan kegiatan tersebut merupakan respons terhadap kebakaran yang terjadi beberapa hari sebelumnya. 

Setelah kejadian, pihaknya langsung meminta jajaran DP3A menyisir kondisi warga, terutama anak-anak yang membutuhkan pendampingan.
“Memang pada saat selesai kebakaran, saya minta teman-teman untuk menyisir, karena biasanya ada anak-anak yang perlu kita dampingi,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan melalui permainan dan aktivitas menggambar dipilih agar anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang menyenangkan. 

Langkah ini sekaligus diharapkan membantu mengurangi trauma akibat peristiwa yang mereka alami. 

“Makanya hari ini saya saksikan ada kegiatan seperti ini untuk membantu menghilangkan trauma anak-anak. Dengan bermain, menggambar, bermain seperti ini, kita harapkan traumanya bisa berkurang. Karena biasanya kalau trauma anak-anak tidak cepat ditangani, maka bisa jangka panjang,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, DP3A Kukar juga memberikan edukasi kepada orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak setelah mengalami kejadian traumatis.

Syafliansyah menilai perubahan sikap seperti anak yang sebelumnya ceria kemudian menjadi lebih pendiam perlu mendapat perhatian. 

Orang tua diharapkan mampu mengenali kondisi tersebut sehingga anak bisa memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya. “Tapi kalau kita lihat hari ini, sepertinya anak-anak terlihat senang semua,” katanya.

Kegiatan itu diikuti sekitar 50 anak, mulai dari usia taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD). Sejumlah anak berasal dari sekolah di sekitar lokasi kejadian, termasuk siswa kelas III dan IV SD.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Bahkan, jumlah anak yang hadir sempat membuat tempat kegiatan tidak mampu menampung seluruh peserta. 

Beberapa anak juga sempat keluar atau pulang, sementara ada peserta yang kembali menggambar hingga dua kali.

DP3A Kukar menyediakan alat tulis dan perlengkapan menggambar untuk mendukung aktivitas tersebut. 

Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan dapat menyalurkan perasaan sekaligus mengalihkan perhatian dari pengalaman buruk yang mereka alami.

Syafliansyah mengatakan, pendampingan tidak menutup kemungkinan dilanjutkan sesuai kebutuhan anak-anak dan permintaan para orang tua. 

Pihaknya akan mengevaluasi kegiatan awal tersebut sebelum menentukan jadwal pendampingan berikutnya.

“Sementara kita hari ini dulu melaksanakan kegiatan ini, nanti kita lihat kondisinya. Karena tadi ada permintaan juga dari ibu-ibunya, mereka ingin didampingi dengan kegiatan-kegiatan seperti ini. Nanti kita jadwalkan lagi kegiatan seperti ini, sambil kita evaluasi prosesnya,” ungkapnya.

Ia berharap melalui pendampingan berkelanjutan, anak-anak korban kebakaran dapat kembali menjalani aktivitas dengan ceria dan tidak mengalami trauma berkepanjangan.

“Jadi ini kita lakukan sebagai bagian dari tugas kita, supaya anak-anak kita tidak mengalami trauma berkepanjangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, harapan utama dari kegiatan tersebut adalah mengembalikan keceriaan anak-anak setelah menghadapi peristiwa kebakaran.

“Harapannya melalui kegiatan ini, mudah-mudahan anak-anak hilang traumanya. Sehingga kita ingin anak-anak kita ceria kembali, ketawa kembali, dan bisa melupakan peristiwa yang kemarin,” pungkasnya. (Adv)