Banner ADV

Seluruh Kampung di Berau Punya Website Resmi, Potensi Lokal Harus Lebih Dikenal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Seluruh Kampung di Berau Punya Website Resmi, Potensi Lokal Harus Lebih Dikenal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Seluruh Kampung di Berau Punya Website Resmi, Potensi Lokal Harus Lebih Dikenal

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Seluruh kampung dan kelurahan di Kabupaten Berau kini telah memiliki website resmi, tapi pekerjaan digitalisasi pemerintahan di tingkat lokal belum selesai. 

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau kini mendorong pengelola website agar lebih aktif menyajikan informasi, sehingga platform tersebut tidak sekadar menjadi tempat menyimpan profil wilayah.

Ketersediaan website di 100 kampung dan 10 kelurahan menjadi modal awal bagi pemerintah setempat untuk memperluas keterbukaan informasi. 

Melalui platform ini, masyarakat dapat mengenal wilayahnya, mengetahui potensi lokal hingga mengakses informasi mengenai pembangunan dan pelayanan pemerintahan.

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi mengatakan keberadaan website resmi perlu diikuti dengan pengelolaan informasi yang berkelanjutan. 

Menurutnya, platform digital tersebut dapat menjadi saluran komunikasi pemerintah kampung dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas.

“Website harus menjadi sumber informasi yang terus diperbarui, bukan hanya menampilkan profil kampung,” ujarnya.

Selama ini, sebagian website telah memuat informasi dasar seperti data kependudukan, luas wilayah, batas administrasi, potensi daerah hingga capaian di bidang pendidikan.

Tetapi, pembaruan informasi mengenai aktivitas masyarakat dan perkembangan pembangunan dinilai masih perlu ditingkatkan.

Padahal, berbagai kegiatan di kampung memiliki nilai informasi yang penting, mulai musyawarah warga, kegiatan gotong royong, pelatihan masyarakat hingga pengembangan usaha lokal dapat menjadi bahan publikasi yang menunjukkan perkembangan suatu wilayah.

Didi mendorong setiap pengelola website untuk menetapkan jadwal pembaruan konten sesuai dengan aktivitas masing-masing kampung. 

Publikasi harian dapat dilakukan jika tersedia banyak kegiatan, sedangkan pembaruan mingguan atau bulanan bisa menjadi pilihan agar informasi tetap terjaga.

“Terpenting, website tetap aktif dan informasinya relevan dengan kondisi kampung,” katanya.

Setelah seluruh kampung dan kelurahan memiliki website, peningkatan kemampuan sumber daya manusia menjadi pekerjaan yang perlu diperhatikan. 

Pengelola tidak hanya dituntut mampu mengunggah informasi, tetapi juga menyusun berita, mengambil foto yang layak publikasi, serta menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

Diskominfo Berau membuka peluang pendampingan untuk meningkatkan keterampilan tersebut. Pelatihan pengelolaan konten dan kemampuan menjadi kreator digital dapat dikoordinasikan bersama perangkat daerah terkait, termasuk melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK).

Pengelola kampung juga dapat mengajukan kebutuhan pelatihan secara langsung kepada Diskominfo agar memperoleh fasilitasi sesuai kebutuhan.

Didi menyebut dukungan infrastruktur digital, termasuk internet dan hosting website, telah tersedia, sehingga optimalisasi pemanfaatan fasilitas tersebut kini perlu berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan pengelola di tingkat kampung.

Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan administrasi pemerintahan, website berpotensi menjadi sarana promosi bagi kampung yang memiliki keunggulan di sektor pariwisata, budaya, pertanian, perikanan, maupun usaha mikro.

Informasi yang tersaji secara konsisten dapat membantu masyarakat luar mengenali produk unggulan, destinasi wisata, kegiatan budaya, serta peluang ekonomi yang dimiliki setiap wilayah. 

Dokumentasi digital juga dapat menjadi rekam jejak perkembangan pembangunan yang bisa diakses kembali ketika dibutuhkan.

Dengan pengelolaan yang baik, website kampung dapat memperluas jangkauan informasi tanpa terbatas jarak geografis. Potensi yang sebelumnya hanya dikenal masyarakat sekitar berpeluang menjangkau calon mitra, pelaku usaha, hingga wisatawan dari luar daerah.

Bagi Pemkab Berau, tantangan digitalisasi selanjutnya bukan lagi sekadar memastikan setiap kampung memiliki alamat website, melainkan menjadikan platform tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. (Adv)