Banner ADV

Dana RT 2027 Tetap Utuh, Pemkab Kukar Bidik Kebutuhan Air untuk Pemadam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Dana RT 2027 Tetap Utuh, Pemkab Kukar Bidik Kebutuhan Air untuk Pemadam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Dana RT 2027 Tetap Utuh, Pemkab Kukar Bidik Kebutuhan Air untuk Pemadam

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengevaluasi kesiapan sarana pemadam kebakaran, terutama ketersediaan air di kawasan permukiman padat penduduk.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengoptimalkan penggunaan dana Rukun Tetangga (RT) untuk memperkuat fasilitas penanggulangan kebakaran.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan, keterbatasan akses air menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius setelah terjadinya kebakaran.

Keberadaan hidran dan titik-titik sumber air dinilai penting, terutama di lingkungan permukiman yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Menurutnya, kebutuhan tersebut telah dibahas bersama Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar sebagai bagian dari evaluasi penanganan kebakaran.

“kami sempat diskusi juga dengan Kepala Damkar, terkait dengan kebutuhan akan air ini. Dan kita berada dalam komitmen bahwa dana RT itu tahun depan tidak kita kurangi,” ujar Aulia.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan mendorong penguatan pemanfaatan dana RT pada tahun depan, khususnya bagi kawasan padat penduduk di Tenggarong.

Fokusnya tak hanya pada penanganan setelah kebakaran terjadi, tetapi juga memastikan kesiapan sarana pendukung agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika bencana muncul.

Salah satu upaya yang akan dipertimbangkan adalah memastikan ketersediaan air di sejumlah titik permukiman, termasuk lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Selain itu, pemetaan kebutuhan serta sistem distribusi air juga menjadi bagian dari rencana penguatan tersebut.

Aulia menegaskan, pemanfaatan dana RT akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Sebab, karakteristik permukiman dan persoalan yang dihadapi setiap RT tidak selalu sama.

“Nah, kebutuhan masing-masing RT tidaklah sama. Nanti kita akan lihat kalau seandainya bisa ditangani dengan dana RT, maka kita akan coba optimalkan pembiayaan kita di dana RT untuk mengatasi permasalahan seluruhnya,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Kukar berharap dana RT tidak hanya mendukung kegiatan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, khususnya kebakaran di kawasan permukiman padat.

Meski demikian, penerapan program tersebut nantinya akan mempertimbangkan kebutuhan di setiap wilayah, sehingga penggunaan anggaran dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (Adv)