Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Desman Minang Endianto meminta pemerintah memberikan kemudahan dalam pengurusan dokumen kependudukan dan surat-surat penting milik warga terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Ia menegaskan, pelayanan administrasi bagi korban kebakaran harus menjadi bagian dari kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Menurut Desman, warga yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran membutuhkan dukungan pemerintah agar dapat kembali mengurus berbagai keperluan administrasi tanpa menghadapi prosedur yang berbelit-belit.
Dokumen yang perlu menjadi perhatian di antaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP), ijazah dan surat penting lainnya yang rusak atau hilang akibat kebakaran.
“Itu juga harus dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah kepada warganya yang hari ini lagi kena musibah kebakaran. Khususnya, tentu kolaborasi percepatan atau meringankan terhadap warga yang terdampak daripada korban kebakaran ini,” ujarnya. Jumat (9/10/2026)
Desman berharap seluruh instansi terkait dapat berkoordinasi untuk mempercepat proses penerbitan kembali dokumen milik warga.
Dengan begitu, korban kebakaran tidak semakin terbebani oleh persoalan administrasi di tengah upaya memulihkan kondisi pascakebakaran.
Ia juga mengingatkan agar pelayanan kepada korban tidak dipersulit maupun dibiarkan berlarut-larut.
Sebab, kata Desman, dokumen tersebut dibutuhkan masyarakat untuk menunjang berbagai urusan, baik administrasi kependudukan, pendidikan maupun keperluan lainnya.
“Jangan sampai berbelit-belit dan jangan sampai berlarut-larut sehingga merugikan atau menghambat urusan-urusan daripada warga kita yang terdampak musibah kebakaran ini,” tegasnya.
Desman berharap, kemudahan pelayanan tersebut dapat segera dirasakan para korban sehingga mereka bisa kembali mengurus kebutuhan administrasi dengan lancar sembari menjalani proses pemulihan setelah kehilangan tempat tinggal maupun barang-barang akibat kebakaran. (Adv)


