Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Buniyamin
BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendorong masyarakat meningkatkan kemampuan literasi digital agar lebih cermat menyaring informasi di tengah derasnya arus informasi.
Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam Gebyar Literasi Kota Bontang 2026 yang berlangsung di Ruang Santai Perpustakaan Daerah Kota Bontang, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 Kota Bontang, berbagai agenda literasi disiapkan hingga 18 Oktober 2026.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Setkot Bontang, Lukman mengatakan masyarakat perlu memiliki kemampuan memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Menurutnya, kecakapan tersebut penting untuk mencegah penyebaran berita bohong, provokasi, dan ujaran kebencian.
"Masyarakat harus memiliki kemampuan memverifikasi informasi dengan bijak agar terhindar dari berita hoaks, provokasi, serta ujaran kebencian," ujar Lukman dalam sambutannya.
Ia mengajak orang tua membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga. Kemudian, perpustakaan diharapkan menjadi ruang belajar yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, Retno Febriaryanti menyebut kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca, tetapi juga mendorong kreativitas dan budaya menulis.
Sejumlah kegiatan disiapkan untuk menarik partisipasi masyarakat, di antaranya pameran buku, talkshow, membaca bersama, mendongeng, program Kecil-Kecil Punya Karya, lomba menggambar hingga English Book Party.
Retno berharap kegiatan tersebut dapat memperluas keterlibatan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mengembangkan layanan perpustakaan.
Ketua GPMB Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Syafruddin Pernyata turut mengapresiasi upaya Kota Bontang dalam mengembangkan gerakan literasi.
Ia menilai keterbatasan anggaran bukan penghalang selama pemerintah, komunitas, penerbit, sekolah dan masyarakat mampu membangun sinergi, serta menghadirkan kegiatan kreatif.
Pembukaan Gebyar Literasi 2026 ditandai dengan penandatanganan kerja sama pemanfaatan data kependudukan, penyerahan buku best seller, dan pemotongan pita. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stan buku.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Bontang berharap budaya membaca dan belajar sepanjang hayat semakin berkembang, sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal.


