Reporter: Siswandi | Editor: Bunyamin
SANGATTA – Kapolres Kutim, AKBP Aryansyah meminta 65 sarjana Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) berkontribusi bagi pembangunan daerah dengan menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Para lulusan juga diharapkan memiliki integritas, kompetensi, dan kepedulian sosial dalam menghadapi tantangan di dunia kerja maupun masyarakat.
Ini disampaikannya saat menghadiri Wisuda Sarjana ke-XXI STIPER Kutim di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Rabu (7/10/2026).
Aryansyah menilai keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi harus diikuti dengan kemampuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, para sarjana memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan pengetahuan sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan setelah lulus kuliah tidak hanya berkaitan dengan persaingan mendapatkan pekerjaan.
Para lulusan dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan, mengembangkan kompetensi, serta mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitarnya.
“Wisuda bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh. Kami berharap para lulusan mampu menjadi generasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ikut menjaga kemajuan serta keamanan daerah,” ujar Aryansyah.
Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bekerja sama dengan berbagai pihak.
Untuk itu, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diperlukan untuk mendukung peningkatan kompetensi lulusan sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan.
Ketua STIPER Kutim, Ismail Fahmy Almadi juga mengingatkan para wisudawan agar terus mengembangkan kemampuan setelah menyelesaikan pendidikan formal.
Ia mendorong lulusan untuk menerapkan ilmu yang dimiliki, menghasilkan inovasi, dan menciptakan peluang usaha yang dapat menyerap tenaga kerja.
Menurut Ismail, ijazah bukan satu-satunya bekal untuk memasuki dunia kerja. Kompetensi, integritas, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar menjadi faktor penting yang perlu dikembangkan oleh setiap lulusan.
“Dunia kerja dan dunia usaha membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi, integritas, kreativitas, kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus belajar,” kata Ismail.
Sebagai informasi, pada wisuda tahun ini, STIPER Kutim meluluskan 65 sarjana. Dari jumlah tersebut, tujuh wisudawan meraih predikat cumlaude, sedangkan 58 lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan.


