Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) memiliki cadangan pangan daerah mencapai 92 ton beras. Cadangan pangan daerah dipersiapkan untuk mengantisipasi ketika terjadi bencana alam.
Selain itu, cadangan pangan ini juga dipersiapkan apabila terjadi lonjakan harga beras di pasaran.
“Cadangan pangan daerah di tahun ini ada 92 ton beras. Cadangan pangan ini akan disalurkan ke masyarakat apabila terjadi bencana dan kondisi darurat lainnya,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) PPU, Mulyono, Sabtu (10/10/2026).
Mulyono menyatakan cadangan pangan daerah juga dapat disalurkan kepada masyarakat kurang mampu apabila terjadi kerawanan pangan.
Namun, dalam proses penyaluran cadangan pangan kepada masyarakat terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan dari kepala daerah.
“Kalau terjadi kenaikan harga beras, cadangan pangan ini bisa didistribusikan ke masyarakat kurang mampu sepanjang mendapat persetujuan dari bupati,” terangnya.
Ia menyatakan pemerintah daerah berencana menambah stok cadangan pangan daerah sebanyak 6 ton beras di akhir tahun ini.
Awalnya, cadangan pangan daerah akan ditambah sebanyak 30 ton. Tapi, rencana tersebut mengalami perubahan setelah adanya ketetapan harga pengadaan cadangan pangan daerah dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dari Rp12.600 menjadi Rp16.000 per Kilogram (Kg).
“Adanya perubahan harga itu, Dinas Ketahanan Pangan hanya merealisasikan pengadaan enam ton beras untuk menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya.


