Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Masyarakat diimbau tidak menunggu munculnya gejala untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
Deteksi dini dinilai penting karena sejumlah jenis kanker dapat berkembang tanpa menunjukkan tanda yang jelas pada tahap awal.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, Alwiati mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di puskesmas. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal.
"Jangan takut melakukan deteksi dini. Jangan karena takut mengetahui hasil pemeriksaan kemudian memilih tidak memeriksakan diri. Datang ke puskesmas dan manfaatkan layanan cek kesehatan gratis," ucap Alwiati, Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, upaya menekan risiko kanker tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan ketika penyakit sudah ditemukan. Pencegahan dan pemeriksaan berkala perlu menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Salah satu langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah adalah pemberian vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada anak usia sekolah dasar. Vaksinasi ini bertujuan mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
"Untuk pencegahan kanker serviks, kami melakukan vaksinasi HPV pada anak usia sekolah dasar. Selain itu, vaksinasi secara umum juga terus kami dorong sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit," katanya.
Selain vaksinasi, Dinkes Balikpapan mendorong perempuan menjalani deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV DNA maupun metode lain sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Sementara untuk kanker payudara, perempuan diimbau mengenali perubahan pada tubuh dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila menemukan kondisi yang tidak biasa.
Alwiati menekankan, pemeriksaan kesehatan tidak seharusnya ditunda hanya karena kekhawatiran terhadap hasil diagnosis.
Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, masyarakat dapat memperoleh arahan penanganan sesuai hasil pemeriksaan. Di samping pemeriksaan dan vaksinasi, penerapan pola hidup sehat juga menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit.
Salah satu kebiasaan yang menjadi perhatian pemerintah adalah merokok, mengingat paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk sejumlah jenis kanker.
Dalam hal ini, generasi muda, khususnya mahasiswa, dinilai memiliki peran untuk mendorong perubahan perilaku di lingkungan sekitarnya.
Mahasiswa diharapkan mampu menjadi contoh dalam menerapkan pola hidup sehat sekaligus menyebarkan informasi mengenai bahaya rokok.
"Mahasiswa adalah agen perubahan. Kita berharap generasi muda dapat menjadi contoh dalam menerapkan perilaku hidup sehat dan ikut mengampanyekan hidup tanpa rokok," tuturnya.
Upaya tersebut turut didukung penerapan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Balikpapan.
Lingkungan pendidikan dan perguruan tinggi menjadi salah satu tempat penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat serta mengurangi paparan asap rokok.
Pemerintah kota juga akan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, akademisi, mahasiswa, dan media untuk menyosialisasikan serta mendukung penerapan KTR. Penegakan aturan dapat disertai sanksi bagi pelanggar sesuai ketentuan yang berlaku.
Alwiati berharap masyarakat, terutama generasi muda, tidak hanya memahami pentingnya deteksi dini kanker dan bahaya merokok, tetapi juga ikut menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
"Jadilah contoh bagaimana menerapkan perilaku hidup sehat," imbuhnya.


