Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin
TANJUNG REDEB – Potensi rotan di Kampung Long Beliu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau tak hanya menjadi bagian dari kekayaan alam, tapi juga berpeluang dikembangkan sebagai daya tarik wisata dan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Kepala Kampung Long Beliu, Jhon Patrik Ajang melihat pengembangan potensi lokal sebagai peluang untuk memperkenalkan keunikan kampung kepada wisatawan.
Rotan menjadi salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan bersama wisata alam dan budaya masyarakat setempat.
“Rotan merupakan salah satu potensi yang kami miliki. Kami ingin potensi ini bisa dikembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan,” ujarnya.
Selama ini, Long Beliu memiliki potensi wisata berupa susur Sungai Kelay dan ekowisata rotan. Kedua aktivitas tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kekayaan alam kampung, sekaligus membuka kesempatan bagi warga untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi berbasis pariwisata.
Menurut Jhon Patrik, pengembangan wisata tidak cukup hanya mengandalkan panorama alam. Potensi yang dimiliki kampung perlu dikemas menjadi pengalaman menarik agar pengunjung memiliki alasan untuk datang dan mengenal kehidupan masyarakat setempat.
“Kami ingin wisata Long Beliu memiliki ciri khas. Bukan hanya menikmati sungai dan alam, tetapi juga mengenal potensi rotan serta budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” katanya.
Pengembangan potensi rotan juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk kerajinan kepada pengunjung. Apabila dikelola secara berkelanjutan, maka kegiatan tersebut dapat mendukung usaha warga sekaligus memperkuat identitas Long Beliu sebagai kampung yang memiliki daya tarik wisata berbasis alam dan potensi lokal.
Selain rotan, pengembangan wisata budaya turut disiapkan melalui rencana pertunjukan tari adat Dayak yang digagas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Long Beliu.
Kehadiran sanggar tari diharapkan memperkaya pilihan aktivitas wisata, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati lingkungan alam, tetapi juga mengenal tradisi masyarakat setempat.
“Potensi alam dan budaya perlu berjalan beriringan. Kami berharap pengembangannya bisa melibatkan masyarakat sehingga manfaatnya juga dirasakan langsung oleh warga,” ungkapnya.
Kolaborasi antara pemerintah kampung, Pokdarwis, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mengembangkan destinasi tersebut.
Selain menyiapkan aktivitas wisata, pengelola juga perlu memperhatikan kenyamanan pengunjung, keselamatan selama susur sungai, serta promosi yang konsisten.
Dengan memadukan wisata sungai, ekowisata rotan, dan budaya Dayak, Long Beliu berpeluang menawarkan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan di Berau.
Pengembangan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik kampung, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya usaha masyarakat dari potensi yang selama ini dimiliki. (Adv)



