Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin
TANJUNG REDEB – Kecepatan informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi media lokal dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Di tengah banyaknya konten yang beredar tanpa verifikasi memadai, keberadaan pers profesional dinilai penting untuk memastikan informasi yang diterima publik tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, menilai media lokal memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap berbagai persoalan daerah.
Peran tersebut tidak cukup hanya dengan menyampaikan kabar terbaru, tetapi juga memastikan informasi yang dipublikasikan melalui proses jurnalistik yang benar.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pemberitaan. Sebab, informasi yang keliru dapat menyebar luas dalam waktu singkat sebelum masyarakat mengetahui kebenarannya.
“Media harus tetap mengutamakan verifikasi agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” ujarnya.
Ia menekankan, hubungan pemerintah dan media tidak sebatas pada penyebarluasan program pembangunan. Kemitraan tersebut juga perlu diarahkan untuk memperluas akses informasi publik serta memastikan masyarakat memahami kebijakan dan perkembangan yang terjadi di Kabupaten Berau.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas wartawan menjadi perhatian penting. Penerapan kode etik jurnalistik dan sertifikasi kompetensi diharapkan dapat memperkuat standar kerja pers, sehingga kecepatan pemberitaan tetap berjalan beriringan dengan akurasi dan tanggung jawab.
“Kepercayaan publik harus dijaga melalui pemberitaan yang profesional dan berimbang,” tegasnya.
Penguatan media lokal menjadi bagian penting dari upaya membangun komunikasi publik yang lebih berkualitas.
Dengan jurnalisme yang mengedepankan verifikasi dan etika, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh informasi lebih cepat, tetapi juga mampu memahami persoalan daerah berdasarkan fakta yang jelas. (Adv)



