Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin
TANJUNG REDEB – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kelurahan Karang Ambun, Kabupaten Berau, tak hanya menjadi ajang berkumpulnya warga.
Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat layanan kesehatan, keamanan lingkungan hingga kepedulian sosial melalui penyerahan sarana dan prasarana (sarpras) serta penyaluran bantuan bagi masyarakat.
Dalam kegiatan yang digelar Minggu (11/10/2026) tersebut, dukungan sarpras diberikan kepada 13 Posyandu, termasuk satu Posyandu baru dan 12 Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling).
Bantuan ini diharapkan menunjang aktivitas kader kesehatan sekaligus memperkuat keamanan di tingkat lingkungan.
Lurah Karang Ambun, Muliana, mengatakan berbagai capaian yang diraih wilayahnya tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat dan kerja sama lintas sektor.
Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu terus dijaga agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Selain penguatan fasilitas pelayanan, Kelurahan Karang Ambun juga menjalankan sejumlah program sosial bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Program tersebut mencakup penyaluran 1.500 kilogram beras bantuan pangan, distribusi sayuran yang dikelola Karang Taruna, serta pemeriksaan kesehatan berkala bagi warga lanjut usia.
Rangkaian program itu menjadi bagian dari upaya kelurahan untuk memperluas kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam kegiatan pemberdayaan.
Ketua Panitia Penyelenggara, Johansyah, menyebut pelaksanaan peringatan tahun ini merupakan hasil musyawarah dan kerja sama berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus RT, kader PKK, Posyandu, Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) hingga unsur TNI-Polri.
“Kebersamaan menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini,” katanya.
Perayaan HUT ke-21 Karang Ambun juga diisi dengan jalan santai, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), lomba tumpeng, serta peragaan kostum berbahan daur ulang.
Beragam kegiatan tersebut membuka ruang bagi warga untuk berpartisipasi sekaligus menampilkan kreativitas dan potensi usaha lokal.
Muliana menjelaskan, peringatan hari jadi yang semestinya digelar pada Juli lalu harus ditunda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta fenomena El Nino yang melanda wilayah tersebut.
Meski terlambat dari jadwal awal, kegiatan akhirnya dapat terlaksana dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Ia berharap kondisi daerah semakin pulih dan kejadian karhutla tidak kembali mengganggu aktivitas warga. Lebih dari sekadar perayaan tahunan, momentum hari jadi ini diharapkan memperkuat gotong royong dan kepedulian sosial di Karang Ambun.
Penguatan fasilitas Posyandu, Pos Kamling, serta program pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat berjalan beriringan demi mendukung pelayanan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan warga. (Adv)



