Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Masyarakat Kota Balikpapan diimbau tidak membuang perangkat elektronik bekas ke tempat sampah biasa.
Sebab, sejumlah komponen dalam perangkat tersebut berpotensi membahayakan lingkungan jika tidak ditangani dengan benar.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan memfasilitasi pengumpulan limbah elektronik sebelum diserahkan kepada pihak ketiga yang memiliki kemampuan menangani limbah tersebut sesuai prosedur.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana menjelaskan, limbah elektronik membutuhkan perlakuan berbeda dibandingkan sampah rumah tangga pada umumnya.
Ini dikarenakan perangkat seperti kulkas dan televisi memiliki komponen yang berisiko mencemari lingkungan apabila dibuang sembarangan.
"Elektronik kalau dibuang sembarangan itu berbahaya dan bisa menjadi limbah. Makanya ditangani khusus, perlakuannya khusus," ucap Dirman sapaannya, Senin (12/10/2026).
Ia mencontoh kulkas memiliki komponen yang berkaitan dengan freon, sedangkan televisi mengandung kaca dan material lain yang memerlukan penanganan tersendiri.
Sebab itu, perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai tidak seharusnya langsung dibuang bersama sampah biasa.
"Seperti kulkas, kalau dibuang ada freon dan sebagainya. Kalau dibuang sembarangan nanti secara lingkungan berbahaya. TV juga begitu, ada tabung dan kacanya. Kalau ditangani tidak khusus, itu berbahaya bagi lingkungan," jelasnya.
Dirman menerangkan, dalam pengelolaan limbah elektronik, DLH tidak menangani seluruh tahapan pengolahan secara mandiri.
Pemerintah daerah berperan memfasilitasi masyarakat dan mengumpulkan limbah yang terkumpul untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak ketiga.
"Daerah sendiri tidak menangani. Kita kumpulkan, kemudian bersama pihak ketiga yang memang menangani limbah elektronik," katanya.
Menurutnya, karakteristik limbah elektronik membuat proses penanganannya membutuhkan perhatian khusus, bahkan memiliki kemiripan dengan penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
"Kami berharap masyarakat lebih bijak dalam mengelola perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan. Pemilahan dan penanganan yang tepat diperlukan agar komponen berisiko di dalamnya tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan," imbuhnya.


