Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat kebutuhan sapi potong di Benuo Taka masih ketergantungan pasokan dari luar daerah mencapai 70 persen.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula mengatakan kebutuhan sapi potong di Kabupaten PPU dipasokan dari luar daerah mencapai 70 persen. Sebab, sapi ternak yang ada di PPU hanya mampu mengcover kebutuhan mensyarat sebesar 30 persen.
“Ada sekitar 70 persen kebutuhan sapi potong didatangkan dari luar daerah, seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Jawa,” kata Ristu, Senin (12/10/2026).
Ristu mengungkapkan, populasi sapi ternak di Benuo Taka di 2026 mencapai 8.485 ekor. Populasi sapi ternak di PPU terus mengalami penurunan beberapa tahun terakhir. Sebab, populasi sapi ternak sempat tercatat 14.000 pada 2024.
“Populasi sapi ternak di PPU sepat menembus angka 18.000 ekor, kemudian turun ke angka 14.000 ekor dan tahun ini tercatat hanya 8.485 ekor,” ujarnya.
Distan PPU terus berupaya meningkatkan populasi sapi ternak melalui program Inseminasi Buatan (IB). Setiap tahun, pemerintah pusat memberikan bantuan inseminasi buatan untuk menyasar lebih 1.000 ekor indukan.
“Setiap tahun ada program penyuntikan inseminasi buatan untuk indukan sapi. Program ini untuk meningkatkan angka kelahiran indukan sapi,” terangnya.
Selain inseminasi buatan, kata Ristu, pemerintah daerah juga mengimbau para peternak agar tidak menjual indukan sapi produktif untuk potong. Ini akan mengancam pengembangan pertumbuhan populasi sapi ternak di Benuo Taka.
“Kami juga terus melakukan monitoring untuk meminimalisir indukan sapi produktif dipotong,” pungkasnya.


