Banner ADV

Karhutla Muara Kaman Meluas, Dua Helikopter Perusahaan Dikerahkan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Relawan saat memadamkan karhutla di muara kaman. (Foto: Camat Muara kaman)
Relawan saat memadamkan karhutla di muara kaman. (Foto: Camat Muara kaman)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Karhutla Muara Kaman Meluas, Dua Helikopter Perusahaan Dikerahkan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Relawan saat memadamkan karhutla di muara kaman. (Foto: Camat Muara kaman)
Relawan saat memadamkan karhutla di muara kaman. (Foto: Camat Muara kaman)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Karhutla Muara Kaman Meluas, Dua Helikopter Perusahaan Dikerahkan

Relawan saat memadamkan karhutla di muara kaman. (Foto: Camat Muara kaman)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih terus ditangani. Luasnya wilayah terdampak serta kondisi lahan gambut menjadi kendala bagi petugas dalam menjangkau sejumlah titik api.

Camat Muara Kaman, Nadi Baswan mengatakan penanganan karhutla melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Bahkan, dua helikopter dari perusahaan dikerahkan untuk membantu upaya pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Menurutnya, helikopter dari pihak SHG dan Kencana Group beroperasi setiap hari untuk mendukung penanganan kebakaran.

“Helikopternya setiap hari beroperasi karena memang wilayah kami ini sangat luas. Kalau mengandalkan pemadam kebakaran melalui jalur darat, sejumlah titik api sulit dijangkau,” ujarnya, Senin (12/10/2026)

Nadi menjelaskan, kondisi geografis Muara Kaman menjadi tantangan tersendiri. Wilayah yang memiliki hamparan lahan gambut luas membuat pemadaman tidak cukup hanya mengandalkan upaya di darat.

Selain dukungan helikopter, perusahaan juga membantu menyediakan peralatan untuk menunjang pemadaman. Salah satunya dengan membelikan perahu ces yang digunakan petugas untuk menjangkau lokasi kebakaran melalui jalur perairan.

Dalam penanganannya, petugas bersama pihak terkait membagi wilayah kerja menjadi beberapa zona. Kawasan di bagian bawah, terutama yang berada di sepanjang sungai, ditangani dengan dukungan sejumlah pihak. Sementara wilayah bagian atas juga mendapat dukungan perusahaan.

“Alhamdulillah, perusahaan ikut membantu. Kami membagi zona penanganan, baik di bagian bawah maupun atas. Dukungan mereka cukup besar untuk membantu petugas di lapangan,” katanya.

Di sisi lain, kondisi cuaca turut memengaruhi upaya pemadaman. Menurut Nadi, hujan dengan durasi singkat belum cukup efektif untuk mengurangi kebakaran, terutama di kawasan gambut yang membutuhkan curah hujan lebih lama agar kondisi lahan kembali basah.

“Kalau hujannya hanya sebentar, tidak terlalu mengurangi. Kami ini termasuk wilayah dengan lahan gambut yang luas. Paling tidak, hujan harus turun setengah hari atau seharian agar dampaknya terasa,” jelasnya.

Hingga kini, pihak kecamatan juga belum dapat memastikan total luas lahan yang terbakar. Pendataan masih terkendala oleh luasnya wilayah serta beragamnya jenis lahan yang terdampak, mulai dari lahan biasa hingga perkebunan kelapa sawit.

Untuk mendukung kebutuhan petugas, pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar. Bantuan berupa bahan bakar minyak (BBM) dan sembako disalurkan untuk menunjang operasional serta kebutuhan personel di lapangan.

Saat ini, terdapat dua posko yang masih aktif, yakni di wilayah Bunga Jadi dan Tunjungan. Keberadaan posko tersebut menjadi bagian dari upaya mengoordinasikan penanganan kebakaran sekaligus mendistribusikan bantuan kepada petugas.

Nadi mengatakan, pembagian wilayah penanganan juga diperlukan karena kawasan Muara Kaman dilalui dua aliran sungai yang membagi wilayah kerja. Kondisi itu membuat petugas harus mengatur penempatan personel agar penanganan di lokasi yang dapat dijangkau tetap berjalan.

Selain fokus pada pemadaman, pihak kecamatan terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Ia menilai pencegahan perlu menjadi perhatian bersama, mengingat api dapat muncul dari berbagai aktivitas manusia.

Meski demikian, Nadi menegaskan pihaknya tidak ingin menuduh pihak tertentu sebagai penyebab kebakaran. Pemerintah kecamatan saat ini lebih mengutamakan imbauan kepada masyarakat agar menjaga lahan dan menghindari pembakaran yang dapat memicu meluasnya karhutla.

“Kami juga berpikir, tidak mungkin lahan seluas ini terbakar begitu saja. Tapi kami tidak menuduh siapa pun. Untuk saat ini, kami hanya bisa mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati,” tutupnya. (Adv)