Distan PPU Lakukan Pemetaan Kebutuhan Alat Mesin Pertanian di Tiap Kelurahan/desa

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Bantuan mesin combine harvester atau mesin panen dari Kementan yang disalurkan ke petani PPU pada Mei 2026 lalu. (Foto: Humas Setkab PPU).
Bantuan mesin combine harvester atau mesin panen dari Kementan yang disalurkan ke petani PPU pada Mei 2026 lalu. (Foto: Humas Setkab PPU).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Distan PPU Lakukan Pemetaan Kebutuhan Alat Mesin Pertanian di Tiap Kelurahan/desa

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Bantuan mesin combine harvester atau mesin panen dari Kementan yang disalurkan ke petani PPU pada Mei 2026 lalu. (Foto: Humas Setkab PPU).
Bantuan mesin combine harvester atau mesin panen dari Kementan yang disalurkan ke petani PPU pada Mei 2026 lalu. (Foto: Humas Setkab PPU).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Distan PPU Lakukan Pemetaan Kebutuhan Alat Mesin Pertanian di Tiap Kelurahan/desa

Bantuan mesin combine harvester atau mesin panen dari Kementan yang disalurkan ke petani PPU pada Mei 2026 lalu. (Foto: Humas Setkab PPU).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan pemetaan kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan) di setiap kelurahan/desa. 

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Distan PPU, Mahfud mengatakan pemetaan kebutuhan alsintan di setiap kelurahan/desa dilakukan agar nantinya menjadi acuan pemerintah dalam memprogramkan bantuan alsintan kepada petani. 

Dalam langkah awal ini, Distan PPU melakukan pendataan jumlah dan jenis alsintan serta luasan lahan tanaman pangan dan hortikultura di setiap kelurahan/desa. 

“Kami sedang mendata berapa handtraktor, mesin panen, mesin tanam di setiap kelurahan/desa. Data alsintan ini nantinya dimasukkan dalam database khusus alsintan,” kata Mahfud, Senin (12/10/2026). 

Ia menyatakan hasil pemetaan alsintan nantinya akan dibandingkan dengan luasan lahan pertanian di setiap kelurahan/desa.

Hasil pemetaan ini nantinya akan diketahui berapa jumlah alsintan yang layak beroperasi dan mengalami kerusakan parah. 

“Setelah pemetaan ini dilakukan, maka akan diketahui jumlah kebutuhan alsintan secara detail,” terangnya. 

Mahfud menyatakan database alsintan nantinya akan menjadi acuan utama pemerintah daerah memprogramkan bantuan alat mesin pertanian serta pengajuan bantuan ke Kementerian Pertanian (Kementan). 

“Jadi, nanti tidak lagi berdasarkan berapa jumlah usulan dari kelompok tani. Tetapi, akan dihitung berdasarkan jumlah alsintan yang telah ada dengan luasan lahan,” pungkasnya.