Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Kualitas udara di Kota Balikpapan masuk kategori tidak sehat, Senin (12/10/2026).
Kondisi ini terungkap dari hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan melalui Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) Balikpapan Sepinggan.
Berdasarkan hasil pemantauan pukul 09.00 WITA, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat sebesar 101 dengan parameter kritis partikulat halus PM2.5.
Kualitas udara ini menjadi perhatian di tengah kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan.
Dampak kondisi udara tersebut turut terlihat dari aktivitas warga yang mulai mencari masker. Pantauan di Kios Omah Masker, kawasan Kompleks Asrama Polisi Segara, Pasar Baru, Jalan Jenderal Sudirman, menunjukkan warga silih berganti mendatangi kios untuk membeli pelindung pernapasan tersebut.
Salah seorang warga, Bondan mengatakan penggunaan masker penting untuk mengurangi paparan asap saat beraktivitas di luar ruangan.
Ia mengaku telah menggunakan masker selama sekitar dua bulan terakhir. "Wajib sih, Mas," ujar Bondan saat ditanya mengenai penggunaan masker di tengah kondisi kabut asap.
Menurutnya, masyarakat perlu mempertimbangkan jenis masker yang digunakan, terutama ketika berada di wilayah dengan paparan asap lebih tinggi.
Ia menyebut harga masker yang tersedia bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp25 ribu, bergantung pada jenis dan bahan.
Bondan juga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kebakaran yang memicu kabut asap.
"Kalau bisa sih cepat ditanggulangi sama pemerintah. Jadi disewainlah pesawat untuk padamkan," katanya.
Keluhan serupa disampaikan Marfuah yang datang membeli masker karena asap mulai terasa pekat hingga mengganggu tenggorokannya.
Ia mengatakan kondisi tersebut sudah dirasakan sejak pekan lalu, tetapi terasa semakin parah pada hari ini.
Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Marfuah memperkirakan membutuhkan tiga masker setiap hari karena terdapat tiga orang anggota keluarga yang menggunakannya.
"Saya berharap hujan segera turun agar kabut asap berkurang dan kondisi udara kembali membaik," ujarnya.
Sementara itu, Mutiara mengaku sudah rutin menggunakan masker sejak awal tahun.
Ia menilai kondisi udara yang disertai kabut asap semakin mengkhawatirkan. Masker yang dibelinya ada enam kemasan plastik besar, di antaranya ada titipan dari seorang teman.
Adapun Rani, seorang pekerja kantoran, mengatakan dirinya menggunakan masker setiap hari selama bekerja.
Dalam sebulan, kebutuhannya mencapai lebih dari 20 masker, meskipun sebagian telah disediakan oleh tempat kerjanya.
Di sisi lain, data pemantauan AQMS Balikpapan Sepinggan mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 108 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM10 berada di angka 146 mikrogram per meter kubik.
Partikulat halus PM2.5 menjadi perhatian karena ukurannya memungkinkan partikel masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Kondisi udara yang tidak sehat berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.
Dalam laporan pemantauan tersebut, suhu udara tercatat 29,2 derajat Celsius dengan kelembapan 87 persen.
Kecepatan angin tercatat 0 kilometer per jam dan curah hujan sebesar 0,1 milimeter.
Kecepatan angin yang rendah menjadi salah satu faktor meteorologi yang perlu diperhatikan dalam evaluasi penyebaran polutan.
Namun, diperlukan analisis lebih lanjut untuk memastikan faktor yang berkontribusi terhadap kondisi kualitas udara di Balikpapan.
DLH mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan selama kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat.
Kelompok sensitif juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan polusi udara.
Masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dan menggunakan pelindung pernapasan yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Pemantauan lanjutan serta evaluasi sumber pencemaran diperlukan untuk menentukan langkah pengendalian yang tepat.


