Penumpang Bandara Sepinggan Turun 10,52 Persen, Harga Tiket dan Minimnya Event Jadi Tantangan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan. (Foto: Dok.Bandara/Pusaranmedia.com)
Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan. (Foto: Dok.Bandara/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Penumpang Bandara Sepinggan Turun 10,52 Persen, Harga Tiket dan Minimnya Event Jadi Tantangan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan. (Foto: Dok.Bandara/Pusaranmedia.com)
Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan. (Foto: Dok.Bandara/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Penumpang Bandara Sepinggan Turun 10,52 Persen, Harga Tiket dan Minimnya Event Jadi Tantangan

Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan. (Foto: Dok.Bandara/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mengalami penurunan sepanjang Januari hingga September 2026. 

Jumlah penumpang tercatat sekitar 3,1 juta orang, turun 10,52 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 3,5 juta penumpang.

General Manager Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, R Iwan Winaya Mahdar mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kenaikan harga tiket yang berkaitan dengan situasi global dan harga avtur.

"Kalau kita bandingkan dengan tahun 2025, dari sisi penumpang mengalami penurunan 10,52 persen. Tahun lalu kita mencatat 3,5 juta penumpang dari Januari sampai September, sedangkan tahun ini sekitar 3,1 juta penumpang," kata Iwan, Selasa (13/10/2026).

Penurunan juga terjadi pada pergerakan pesawat yang terkoreksi 10,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurutnya, dampak penurunan tersebut terlihat dari rata-rata jumlah penumpang harian. Pada 2025, Bandara SAMS Sepinggan melayani sekitar 12.000 hingga 14.000 penumpang pada hari kerja dan bisa mencapai 18.000 penumpang saat akhir pekan.

Sementara pada 2026, jumlah penumpang pada hari kerja berada di kisaran 10.000 hingga 12.000 orang. 

Pada akhir pekan atau momen tertentu, jumlahnya masih dapat mencapai 16.000 penumpang.

Iwan menilai penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional di Kalimantan Timur (Kaltim) perlu ditingkatkan untuk mendorong mobilitas masyarakat. 

Aktivitas tersebut diharapkan turut menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

"Harapan kami, banyaknya event dan kegiatan di Provinsi Kalimantan Timur bisa mendorong pergerakan mobilitas orang maupun barang, baik melalui bandara maupun pelabuhan," ujarnya.

Di tengah penurunan penumpang domestik, Iwan mengungkapkan adanya peluang dari meningkatnya kunjungan warga negara asing ke Kaltim.

Berdasarkan data Januari hingga Juni 2026, kunjungan warga negara asing tercatat sebanyak 72.747 orang, meningkat 13,76 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 63.947 orang.

Salah satu daya tarik bagi wisatawan asing, kata dia, adalah keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Iwan menyebut, terdapat sekitar 1.000 kunjungan warga negara China ke Kaltim pada periode Januari hingga Juni 2026.

Melihat potensi tersebut, pihak bandara berharap ada peluang pembukaan penerbangan langsung dari China ke Kaltim. 

Namun, realisasinya masih berkaitan dengan ketentuan dan kesepakatan penerbangan antara Indonesia dan China.

Saat ini, penerbangan internasional langsung dari Balikpapan yang disebut Iwan antara lain menuju Kuala Lumpur, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Selain membuka peluang rute baru, Iwan menekankan pentingnya sinergi antara pengelola bandara, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata untuk memperkuat konektivitas udara.

Ia mencontohkan, pembukaan rute penerbangan perlu didukung tingkat permintaan penumpang yang memadai. 

Jika keterisian pesawat berada di bawah ekspektasi maskapai, keberlangsungan rute dapat terdampak.

"Kami terus mengharapkan transportasi udara menjadi pilihan masyarakat. Event-event di Kalimantan Timur perlu ditingkatkan agar menjadi daya tarik kunjungan dan ikut menggerakkan perekonomian," tuturnya.

Iwan berharap pergerakan penumpang dapat kembali meningkat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Menurutnya, momentum libur panjang menjadi salah satu periode penting bagi industri penerbangan untuk menjaga pertumbuhan jumlah penumpang.