Kutim Masih Catat Enam Kasus Kaki Gajah, Hasil Pemeriksaan 2026 Belum Keluar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kutim Masih Catat Enam Kasus Kaki Gajah, Hasil Pemeriksaan 2026 Belum Keluar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kutim Masih Catat Enam Kasus Kaki Gajah, Hasil Pemeriksaan 2026 Belum Keluar

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Kabupaten Kutim masih mencatat enam kasus filariasis atau penyakit kaki gajah berdasarkan hasil pemeriksaan pada 2025 lalu.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim kini menunggu hasil pemeriksaan 2026 untuk mengetahui perkembangan kasus tersebut sekaligus melihat peluang mencapai eliminasi penyakit kaki gajah.

Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan pemeriksaan filariasis dilakukan setiap tahun oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Pemeriksaan itu menjadi salah satu upaya untuk memantau perkembangan kasus di daerah.
“Setiap tahun itu ada penilaian penemuan kasus filariasis atau kaki gajah. Ini dilakukan oleh Kemenkes langsung,” kata Yuwana.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada 2025, terdapat enam orang yang tercatat sebagai kasus filariasis di Kutim. 

Sementara pemeriksaan tahun ini masih berlangsung sehingga hasilnya belum dapat dipastikan.

“Untuk Kutim termasuk kabupaten yang memang kita masih ada kasus filariasis itu kalau tidak salah kemarin 2025 itu di angka enam orang,” ujarnya.

Dinkes Kutim berharap hasil pemeriksaan 2026 tidak menunjukkan penambahan kasus. Hasil tersebut dinilai penting untuk mengetahui perkembangan penanganan filariasis di Kutim.

“Nah kemudian tahun ini kita masih menunggu hasilnya apakah karena masih sementara berjalan pemeriksaan apakah ada tambahan. Mudah-mudahan tidak ada tambahan kasus,” tuturnya.

Yuwana menuturkan, apabila selama dua tahun berturut-turut tidak ditemukan penambahan kasus, Kutim berpeluang dinyatakan mencapai eliminasi filariasis.

“Kalau misalnya di dua tahun berturut-turut nanti tidak ada penambahan kasus kaki gajah kita bisa dianggap nanti eliminasi, sudah bisa eliminasi dari filariasis,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kepastian status eliminasi Kutim masih menunggu hasil pemeriksaan tahun ini. Data tersebut akan menjadi dasar untuk melihat perkembangan kasus filariasis di wilayah tersebut.