Bocah Tenggelam di Eks Kolam Tambang di Tanah Merah Ditemukan Meninggal Dunia

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Proses pencarian korban di bekas galian tambang di kawasan Talang Sari, Tanah Merah, Samarinda Utara, Selasa (13/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Proses pencarian korban di bekas galian tambang di kawasan Talang Sari, Tanah Merah, Samarinda Utara, Selasa (13/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bocah Tenggelam di Eks Kolam Tambang di Tanah Merah Ditemukan Meninggal Dunia

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Proses pencarian korban di bekas galian tambang di kawasan Talang Sari, Tanah Merah, Samarinda Utara, Selasa (13/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Proses pencarian korban di bekas galian tambang di kawasan Talang Sari, Tanah Merah, Samarinda Utara, Selasa (13/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bocah Tenggelam di Eks Kolam Tambang di Tanah Merah Ditemukan Meninggal Dunia

Proses pencarian korban di bekas galian tambang di kawasan Talang Sari, Tanah Merah, Samarinda Utara, Selasa (13/10/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA — Upaya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan terhadap bocah berusia sekitar 12 tahun yang tenggelam di danau bekas galian tambang (void) kawasan Talang Sari, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara akhirnya membuahkan hasil. 

Korban bernama Azam berhasil ditemukan pada Selasa (13/10/2026) malam dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan oleh tim penyisir dan penyelam gabungan tidak jauh dari lokasi awal diperkirakan tenggelam. 

Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengonfirmasi penemuan jasad korban sekitar pukul 19.15 WITA.

"Alhamdulillah, pada pukul 19.15 WITA tadi korban berhasil ditemukan oleh unsur SAR gabungan yang ada di lapangan," ungkap Aries. 

Ia menjelaskan jarak penemuannya berada di kisaran 10 meter dari titik awal perkiraan tenggelam. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka. 

Aries membeberkan kronologi awal insiden naas tersebut berdasarkan keterangan saksi di lokasi. Korban bersama rekan-rekannya diketahui tengah bermain di area eks tambang batu bara tersebut pada Selasa siang.

Korban yang diduga tidak memiliki kemampuan berenang nekat menceburkan diri ke dalam danau void yang berair dalam. 

Teman-temannya sempat berusaha memberikan pertolongan, tapi tubuh korban dengan cepat tenggelam dan menghilang ke dasar air. 

Peristiwa naas tersebut diperkirakan terjadi pada pukul 13.30 WITA. 

"Sempat coba dibantu sama rekan-rekannya tetapi posisinya tidak terjangkau hingga akhirnya tenggelam," terangnya.

Proses pencarian berlangsung sejak laporan diterima hingga malam hari. Tim SAR memfokuskan pencarian pada radius 10 meter menggunakan teknik penyelaman dan penyisiran permukaan.

Untuk menembus kedalaman void, operasi penyelaman melibat personel terlatih dari berbagai unsur. Terdiri dari tim penyelam Basarnas sebanyak dua personel dan didukung oleh tim gabungan dari berbagai pihak. 

"Hingga pukul 18.00 WITA sore tadi korban belum didapat. Namun tim terus siaga dan menyisir hingga akhirnya korban ditemukan pada malam hari. Selama operasi alhamdulillah tidak ada kendala berarti di lapangan," pungkasnya.