Pemerintah Berencana Evaluasi Trayek Angkutan Umum di PPU

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Trayek angkutan umum dalam daerah di PPU bakal dievaluasi sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Trayek angkutan umum dalam daerah di PPU bakal dievaluasi sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemerintah Berencana Evaluasi Trayek Angkutan Umum di PPU

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Trayek angkutan umum dalam daerah di PPU bakal dievaluasi sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Trayek angkutan umum dalam daerah di PPU bakal dievaluasi sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemerintah Berencana Evaluasi Trayek Angkutan Umum di PPU

Trayek angkutan umum dalam daerah di PPU bakal dievaluasi sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) berencana mengevaluasi trayek angkutan umum dalam daerah. Evaluasi ini akan dilakukan karena ada empat trayek yang belum terlayani angkutan umum. 

Salah satunya rute Sotek- Sepaku dan rute Pelabuhan Penajam-Tanjung Jumlai.  Rute Pelabuhan Penajam- Tanjung Jumlai yang meliputi Kelurahan Kampung Baru, Pejala Saloloang dan Tanjung Tengah pernah mendapat penolakan dari sopir angkutan umum lantaran sepi penumpang. 

“Di PPU ada sembilan trayek angkutan umum, tetapi hanya ada lima trayek yang dilayani angkutan umum. Ini yang akan menjadi alasan sehingga trayek angkutan umum akan dievaluasi kembali,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Agus Dahlan, Selasa (13/10/2026). 

Agus Dahlan menyatakan dalam proses evaluasi trayek angkutan umum, Dishub PPU juga akan melibatkan Organisasi Angkutan Daerah (Organda) PPU. Selain itu, trayek angkutan umum juga akan dikaji ulang dengan melibatkan pihak ketiga. 

“Hasil evaluasi dan kajian nantinya tidak menutup kemungkinan ada perubahan trayek. Nanti akan dikaji dari sisi wilayah atau rute dan kebutuhan masyarakat terkait transportasi umum,” ujarnya. 

Ia mengungkapkan, angkutan umum dalam daerah mencapai 68 unit. Jumlah angkutan umum yang tercatat di Dishub PPU tidak sepenuhnya aktif beroperasi. 

“Angkutan umum dalam daerah ada sekitar 68 unit, tetapi tidak semua aktif beroperasi karena ada yang sering mengalami kerusakan dan ada juga faktor menurunnya penumpang,” pungkasnya.