Kabut Asap, Kualitas Udara di Nunukan Masih Kategori Sedang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Peta kualitas udara di Indonesia. (Foto: BMKG Nunukan)
Peta kualitas udara di Indonesia. (Foto: BMKG Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kabut Asap, Kualitas Udara di Nunukan Masih Kategori Sedang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Peta kualitas udara di Indonesia. (Foto: BMKG Nunukan)
Peta kualitas udara di Indonesia. (Foto: BMKG Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kabut Asap, Kualitas Udara di Nunukan Masih Kategori Sedang

Peta kualitas udara di Indonesia. (Foto: BMKG Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

NUNUKAN - Kabut asap yang dilihat dan dirasakan oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Nunukan dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lokal. 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nunukan mengonfirmasi bahwa kondisi tersebut merupakan dampak dari sebaran asap kiriman wilayah provinsi tetangga.

Prakirawan Cuaca BMKG Nunukan, Rayhan menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan citra satelit selama tiga hari terakhir, wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) justru cenderung bersih dari sebaran titik panas (hotspot).

"Dari pemantauan citra satelit dalam tiga hari terakhir, di wilayah Kaltara cenderung tidak terdeteksi adanya hotspot. Pada 13 Oktober kemarin, hanya terdeteksi dua titik panas, masing-masing di wilayah Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Bulungan," ujar Rayhan kepada pusaranmedia.com, Rabu (14/10/2026).

Rayhan menambahkan, pergerakan asap lintas wilayah ini dipengaruhi oleh dinamika pergerakan angin monsun Australia. Saat ini, angin bertiup dominan dari arah tenggara menuju selatan.

Kondisi meteorologis tersebut membawa dampak langsung pada sebaran asap karhutla, di mana asap bergerak menuju wilayah-wilayah yang berada di sebelah utara titik kebakaran. Akibatnya, Provinsi Kaltara menjadi salah satu daerah yang menerima kiriman asap tersebut.

Meskipun wilayah Nunukan terdampak kiriman asap, BMKG memastikan tingkat pencemaran udara di daerah ini masih tergolong aman dan belum masuk dalam kategori berbahaya.

Berdasarkan data pemantauan parameter konsentrasi partikulat (PM2,5), kualitas udara di Kabupaten Nunukan saat ini berada pada kisaran 15,5 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara berada dalam skala Sedang.

"Kualitas udara di Nunukan saat ini secara umum masih berada pada kisaran skala sedang. Tingkat kualitas udara ini masih dapat diterima oleh mayoritas masyarakat untuk beraktivitas," terang Rayhan.

Kendati demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, untuk tetap waspada dan mengurangi aktivitas luar ruangan jika paparan asap dirasa mulai mengganggu kesehatan. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan kualitas udara resmi melalui saluran BMKG.