Banner ADV

Limbah Ikan Jadi Pupuk, Inovasi Berau di Expo 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Bidang Budi Daya, Budiono. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Bidang Budi Daya, Budiono. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Limbah Ikan Jadi Pupuk, Inovasi Berau di Expo 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Bidang Budi Daya, Budiono. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Bidang Budi Daya, Budiono. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Limbah Ikan Jadi Pupuk, Inovasi Berau di Expo 2026

Kepala Bidang Budi Daya, Budiono. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin

TANJUNG REDEB – Limbah perikanan yang selama ini kerap dianggap sebagai sisa produksi akan mendapat perhatian dalam Expo 2026. 

Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau berencana memperkenalkan inovasi pupuk organik padat dan cair berbahan sisa hasil perikanan, sekaligus memamerkan beragam produk olahan lokal yang memiliki nilai ekonomi.

Inovasi tersebut menjadi salah satu daya tarik yang disiapkan Diskan Berau untuk memperkenalkan potensi perikanan daerah. 

Melalui pemanfaatan sisa produksi, sektor perikanan diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas konsumsi, tetapi juga membuka peluang usaha baru dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, melalui Kepala Bidang Budi Daya, Budiono, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam expo kali ini dirancang untuk memperlihatkan luasnya peluang pengembangan sektor perikanan, mulai dari kegiatan budi daya, penangkapan hingga pengolahan hasil.

Menurutnya, masyarakat perlu mengenal bahwa potensi perikanan tidak berhenti ketika ikan ditangkap atau dipanen. Pengolahan lanjutan dan pemanfaatan hasil sampingan juga dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi.

“Kami perlihatkan bukan sekadar hasil perikanannya, tetapi juga bagaimana sektor ini bisa dikembangkan secara terintegrasi dari hulu sampai hilir,” jelas Budiono.

Tak hanya membawa inovasi pengolahan limbah, Diskan Berau juga menyiapkan sejumlah produk unggulan untuk memperkenalkan kreativitas pelaku usaha lokal, di antaranya ikan kaleng khas Tanjung Batu, surimi, daging ikan siap saji, pentol bakso ikan hingga tempe ikan.

Produk hasil pendampingan masyarakat turut mendapat ruang dalam pameran tersebut. Bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Diskan Berau akan menghadirkan produk olahan dari Kampung Suaran, Tabalar dan Pegat Batumbuk.

Beragam produk yang disiapkan meliputi keripik kepala udang, stik ikan bandeng, serta olahan perikanan lainnya. Produk-produk tersebut menjadi gambaran upaya masyarakat dalam mengolah komoditas lokal menjadi barang bernilai jual.

Potensi terasi Berau juga akan diperkenalkan melalui produk dari empat kecamatan sentra, yakni Biatan, Tabalar, Batu Putih dan Derawan. Pengunjung nantinya dapat mengenal terasi dalam beberapa bentuk, mulai dari padat, cair, hingga produk siap saji.

Untuk memberikan pengalaman yang lebih informatif, Diskan Berau turut merancang stan yang menampilkan akuarium berisi ikan hidup dari perairan tawar, payau dan laut. 

Peta kawasan budi daya dan penangkapan ikan, infografis capaian kinerja, serta leaflet informasi teknis juga disiapkan sebagai sarana edukasi bagi pengunjung.

Namun, seluruh konsep tersebut masih menyesuaikan kondisi lokasi pameran. Diskan Berau memperoleh dua stan dan masih mengkaji penataan agar materi dari tiga bidang yang ingin ditampilkan dapat terakomodasi dengan baik.

“Kami sedang menyesuaikan kebutuhan pameran dengan kapasitas tempat yang tersedia. Harapannya, produk unggulan, informasi perikanan, dan inovasi pengolahan hasil bisa ditampilkan secara maksimal,” pungkasnya. (Adv)