Sembako Cepat Ludes di Booth Gesit Gunung Samarinda, Warga Minta Pasar Murah Rutin Digelar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Booth Gesit di Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Rabu (14/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Booth Gesit di Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Rabu (14/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sembako Cepat Ludes di Booth Gesit Gunung Samarinda, Warga Minta Pasar Murah Rutin Digelar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Booth Gesit di Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Rabu (14/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Booth Gesit di Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Rabu (14/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sembako Cepat Ludes di Booth Gesit Gunung Samarinda, Warga Minta Pasar Murah Rutin Digelar

Booth Gesit di Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Rabu (14/10/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Sejumlah kebutuhan pokok di Booth Gesit yang digelar di Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara ludes terjual, Rabu (14/10/2026). 

Tingginya minat warga membuat pasar murah dengan konsep siapa cepat dia dapat ini diharapkan bisa kembali digelar secara rutin.

Berdasarkan pantauan di lokasi, telur dan gula telah habis saat kegiatan berlangsung. Sementara itu, beras dan minyak goreng masih tersedia untuk dibeli warga.

Staf Perumda Manuntung Sukses, Daniel mengatakan Booth Gesit menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, mulai dari beras SPHP, beras merek Santap dan Mangga, minyak goreng Sovia kemasan 1 liter, minyak goreng Filma kemasan 2 liter, hingga gula pasir dan telur.

Adapun stok yang disiapkan meliputi sekitar 40 karung beras kemasan 5 kilogram, dua karung beras kemasan 25 kilogram, minyak goreng kemasan 1 liter dan 2 liter masing-masing 12 kemasan, delapan piring telur, serta 18 kilogram gula pasir.

Telur dijual dengan harga Rp54 ribu per piring, sedangkan gula pasir dibanderol Rp19 ribu per kilogram.

Booth Gesit merupakan program bazar UMKM dan pasar murah dari Perumda Manuntung Sukses Balikpapan. 

Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian inflasi pangan.

Sekretaris Kelurahan (Seklur) Gunung Samarinda, Herlin menyambut baik kegiatan tersebut. 

Menurutnya, pasar murah memberikan manfaat langsung bagi warga, terutama karena lokasinya dekat dengan permukiman.

"Terbantu sih, terutama bagi masyarakat yang ada di sekitar kelurahan. Masyarakat merasa sangat terbantu karena dibuka dari tadi jam 08.00 lewat, ini sudah habis. Berarti masyarakat memang membutuhkan hal-hal seperti ini," kata Herlin.

Ia berharap kegiatan serupa tetap dilaksanakan meski jumlah stok maupun frekuensinya menyesuaikan kemampuan anggaran. 

Menurutnya, selisih harga yang relatif kecil sekalipun tetap berarti bagi rumah tangga.

"Sayang kalau ditiadakan. Tidak semua orang mampu. Selisih Rp500 saja, ibu rumah tangga biasanya tetap menghitung. Kalau pasar murah di kelurahan, masyarakat tinggal jalan kaki, tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi," ujarnya.

Informasi mengenai Booth Gesit di Gunung Samarinda disebarkan melalui grup WhatsApp Rukun Tetangga (RT), sehingga warga dapat mengetahui jadwal pelaksanaannya.

Salah seorang warga RT 56, Asna mengaku mengetahui kegiatan tersebut dari grup WhatsApp RT. 

Ia menilai keberadaan Booth Gesit memudahkan warga karena lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

"Bagus sih. Apalagi kebetulan ini dekat juga sama rumah saya," kata Asna.

Asna mengaku baru pertama kali berbelanja di Booth Gesit. Ia membeli beras merek Santap, meski merek yang ditemuinya berbeda dengan yang dilihat pada flyer informasi kegiatan.

Ia memilih beras tersebut karena terlihat bagus, meski belum mengetahui secara pasti jenis beras yang dibelinya. 

Asna berharap harga kebutuhan pokok yang dijual bisa lebih murah dengan kualitas barang yang tetap terjaga.

"Kalau bisa sih barangnya lebih murah. Terus pastikan juga mutunya bagus," ujarnya.