Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker.
Sebab, beberapa pekan terakhir ini wilayah Benuo Taka diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sehingga kualitas udara masuk dalam kategori tidak sehat.
“Masyarakat PPU diimbau menggunakan masker apabila beraktivitas di luar ruangan karena kualitas udara masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap,” kata Kepala DLH PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, Rabu (14/10/2026).
Kuncoro mengungkapkan, kualitas udara di wilayah PPU mengalami penurunan akibat kepungan kabut asap. Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di wilayah Kecamatan Penajam, kualitas udara masuk kategori tidak sehat.
“Indeks kualitas udara di pekan ini mencapai angka 102. Sedangkan hasil pengukuran yang dilakukan pekan lalu indeks kualitas udara masih di angka 98,” ujarnya.
Penurunan kualitas udara perlu diwaspadai oleh masyarakat Benuo Taka. Kabut asap yang melanda wilayah PPU rentang menimbulkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Untuk meminimalisir risiko penyakit yang diakibatkan kabut asap, masyarakat PPU harus mengurangi aktivitas di luar ruangan dan ketika keluar ruangan harus menggunakan masker,” terangnya.
Kuncoro menekankan, masyarakat PPU harus memantau perkembangan kualitas udara setiap hari. Karena, hasil pengukuran kualitas udara yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan DLH PPU setiap hari diinformasikan ke masyarakat.
“Dinas Kesehatan dan DLH setiap hari mengeluarkan perkembangan kualitas udara, ini harus terus dipantau oleh masyarakat,” pungkasnya.


