Seklur Gunung Samarinda Klarifikasi Sorotan DPRD soal Lurah, Sebut Pelayanan Tetap Berjalan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Seklur Gunung Samarinda, Herlin. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Seklur Gunung Samarinda, Herlin. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Seklur Gunung Samarinda Klarifikasi Sorotan DPRD soal Lurah, Sebut Pelayanan Tetap Berjalan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Seklur Gunung Samarinda, Herlin. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Seklur Gunung Samarinda, Herlin. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Seklur Gunung Samarinda Klarifikasi Sorotan DPRD soal Lurah, Sebut Pelayanan Tetap Berjalan

Seklur Gunung Samarinda, Herlin. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Sekretaris Kelurahan (Seklur) Gunung Samarinda, Herlin memberikan klarifikasi terkait sorotan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Balikpapan terhadap Lurah Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara.

Sorotan tersebut berkaitan dengan evaluasi hingga usulan mutasi lurah yang dinilai jarang turun ke lapangan dan hadir di tengah masyarakat.

Herlin meminta persoalan tersebut dilihat berdasarkan konteks dan kebutuhan warga yang datang ke kantor kelurahan. Menurutnya, tidak semua urusan administrasi harus menunggu tanda tangan lurah karena sejumlah dokumen dapat ditangani kepala seksi maupun sekretaris kelurahan.

"Kalau urusan cuma menandatangani surat keterangan, surat permohonan, atau surat keterangan penghasilan, tidak perlu menunggu lurah. Itu bisa ke kepala seksi atau sekretaris," jelas Herlin, Rabu (14/10/2026).

Namun untuk urusan tertentu, seperti administrasi ahli waris dan pensiunan, keterlibatan lurah diperlukan sesuai tugas dan kewenangannya.

Ia mengatakan, selama dirinya bertugas, Lurah Gunung Samarinda tidak pernah menolak pelayanan kepada warga yang membutuhkan.

Meski demikian, ia mengakui tidak mengetahui seluruh persoalan yang mungkin terjadi di luar pengamatannya.

Herlin juga menjelaskan, aktivitas lurah tidak selalu berlangsung di kantor kelurahan. Sebab ada kegiatan kedinasan lain yang harus diikuti, seperti rapat di kecamatan maupun agenda koordinasi lainnya.

"Pak Lurah ini tupoksinya 80 persen ke bawah, maksudnya ke lapangan. Siapa tahu beliau ada rapat atau kegiatan di kecamatan, jadi kita tidak bisa tahu," ujarnya.

Terkait anggapan bahwa dirinya lebih aktif dibandingkan lurah, Herlin menegaskan hal tersebut merupakan bagian dari tugasnya untuk membantu kelancaran pelayanan dan menjalankan pekerjaan yang dapat diwakilkan.

Ia menyebut kondisi kesehatan lurah juga belakangan kurang baik. 
Menurutnya, lurah sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan sehingga membutuhkan waktu untuk beristirahat. 

Informasi tersebut disampaikan Herlin sebagai penjelasan atas ketidakhadiran lurah pada waktu tertentu.
"Bukan saya mengambil alih tugas lurah. Tupoksi yang memang bisa saya tangani dan wakili, saya jalankan. Beliau juga kurang enak badan dan ada pekerjaan lain, jadi saya membantu kegiatan yang lain," katanya.

Herlin menambahkan, berkas yang membutuhkan tanda tangan lurah tetap melalui pemeriksaan sesuai prosedur. 
Dokumen tertentu perlu diteliti terlebih dahulu sebelum ditandatangani karena menyangkut tanggung jawab administrasi.

Ia pun meminta penilaian terhadap pelayanan kelurahan didasarkan pada kebutuhan warga dan proses yang mereka jalani. 

Menurutnya, warga yang datang dengan dokumen lengkap dapat dilayani sesuai kewenangan masing-masing petugas.

Di sisi lain, Herlin menyebut kekompakan masyarakat Gunung Samarinda masih terjaga. Seperti terlihat dalam kegiatan penilaian Clean, Green, and Healthy (CGH) tingkat kota, ketika warga bersama jajaran kelurahan dan pengurus RT bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam penilaian tersebut, lima RT yang berada di kawasan berdekatan menjadi bagian dari area yang ditinjau. 

Herlin mengatakan tim penilai memberikan apresiasi terhadap kondisi lingkungan yang relatif bersih dan tidak ditemukan penumpukan sampah di sepanjang jalur yang mereka tinjau.

Ia juga menyoroti keterlibatan warga dalam pengumpulan botol plastik untuk mengurangi sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi melalui pengelolaan bank sampah.

"Partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan menunjukkan adanya kerja sama yang baik antara masyarakat, pengurus RT, dan pihak kelurahan," tuturnya.