Posko Kebakaran Loa Ipuh Dibuka, Bantuan Mulai Berdatangan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi pasca kebakaran di wilayah kartini tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Kondisi pasca kebakaran di wilayah kartini tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Posko Kebakaran Loa Ipuh Dibuka, Bantuan Mulai Berdatangan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi pasca kebakaran di wilayah kartini tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Kondisi pasca kebakaran di wilayah kartini tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Posko Kebakaran Loa Ipuh Dibuka, Bantuan Mulai Berdatangan

Kondisi pasca kebakaran di wilayah kartini tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Posko peduli korban kebakaran di Jalan Kartini Gang Karya, RT 61 dan RT 26, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai didirikan. Sejumlah bantuan dari masyarakat pun mulai berdatangan untuk membantu warga yang terdampak musibah tersebut.

Kebakaran yang terjadi pada Selasa (13/10/2026) di kawasan permukiman itu menghanguskan 11 rumah. Peristiwa tersebut juga menelan korban jiwa, yakni dua anak meninggal dunia, sementara satu orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami luka bakar.

Lurah Loa Ipuh, Joko Adi Wibowo mengatakan langkah awal yang dilakukan pihak kelurahan adalah berkoordinasi dengan pengurus RT 61 dan RT 26, sekaligus mendirikan posko untuk mempercepat penanganan warga terdampak.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan petugas yang turut membantu proses penanganan pascakebakaran, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Barisan Relawan Kebakaran (Balakar), serta pihak lainnya.

“Untuk sementara, posko utama kami pusatkan di sini. Nantinya, penanganan dan pendistribusian bantuan tetap melalui satu pintu agar lebih terkoordinasi dan tepat sasaran,” ujarnya.

Joko menjelaskan, terdapat beberapa posko yang dibentuk untuk mendukung penanganan korban. Namun, koordinasi dan distribusi bantuan diarahkan melalui posko utama agar kebutuhan warga dapat dipetakan dengan lebih baik dan bantuan tersalurkan secara merata.

Puskesmas Loa Ipuh juga bergerak cepat dengan menawarkan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak. Pihak kelurahan menyambut baik langkah tersebut dan berkoordinasi mengenai lokasi pelayanan agar sesuai dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, penanganan pascakebakaran perlu dilakukan secara terkoordinasi, mengingat kejadian kebakaran di wilayah Tenggarong belakangan ini terjadi berulang kali.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Pengalaman dari penanganan kebakaran sebelumnya, termasuk di Kelurahan Melayu, diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat.

Joko menyebut sebelumnya pihak kelurahan juga telah mengikuti rapat di tingkat kecamatan bersama camat dan pihak terkait untuk membahas persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam pertemuan tersebut, muncul usulan patroli kampung yang kemudian disetujui.

Arahan untuk kembali membentuk posko juga disampaikan Kepala Dinas Sosial sebagai bagian dari upaya membantu penanganan bencana dan meminimalkan dampak kejadian serupa.

Terkait masa operasional, posko untuk sementara akan berjalan selama tiga hari pertama. Pihak kelurahan bersama pengurus RT akan memantau perkembangan kondisi warga, kebutuhan mendesak, serta penyaluran bantuan selama periode tersebut.

“Setelah tiga hari, kami akan mengevaluasi kondisi di lapangan, termasuk kebutuhan warga dan pendistribusian bantuan. Jika masih ada warga yang belum terjangkau, posko dan penyaluran bantuan akan diperpanjang untuk tiga hari berikutnya,” jelasnya.

Evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya, sembari menunggu arahan lebih lanjut dari pihak terkait. Pemerintah kelurahan berharap dukungan masyarakat dan para relawan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga selama masa pemulihan pascakebakaran.