PJJ di Balikpapan Berjalan Lancar, MBG Dihentikan Sementara Sambil Pantau Kualitas Udara

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik memantau proses mengajar guru dalam pembelajaran jarak jauh di SMPN 14 Kelurahan Gunung Bahagia, Rabu (14/10/2026). (Foto: Disdikbud Balikpapan)
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik memantau proses mengajar guru dalam pembelajaran jarak jauh di SMPN 14 Kelurahan Gunung Bahagia, Rabu (14/10/2026). (Foto: Disdikbud Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

PJJ di Balikpapan Berjalan Lancar, MBG Dihentikan Sementara Sambil Pantau Kualitas Udara

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik memantau proses mengajar guru dalam pembelajaran jarak jauh di SMPN 14 Kelurahan Gunung Bahagia, Rabu (14/10/2026). (Foto: Disdikbud Balikpapan)
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik memantau proses mengajar guru dalam pembelajaran jarak jauh di SMPN 14 Kelurahan Gunung Bahagia, Rabu (14/10/2026). (Foto: Disdikbud Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

PJJ di Balikpapan Berjalan Lancar, MBG Dihentikan Sementara Sambil Pantau Kualitas Udara 

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik memantau proses mengajar guru dalam pembelajaran jarak jauh di SMPN 14 Kelurahan Gunung Bahagia, Rabu (14/10/2026). (Foto: Disdikbud Balikpapan)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan memastikan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada hari pertama berjalan lancar di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri maupun swasta, Rabu (14/10/2026).

PJJ ini diberlakukan berdasarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Balikpapan akibat kabut asap dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan telah membagi tim untuk memantau pelaksanaan PJJ di sejumlah satuan pendidikan. "Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik. Kami membagi beberapa tim untuk melakukan pemantauan terhadap jalannya PJJ, baik di satuan pendidikan PAUD, SD, maupun SMP," ucap Irfan.

Menurutnya, secara teknis tidak ditemukan kendala berarti dalam pelaksanaan pembelajaran daring. 
Guru tetap mengajar secara online, sementara siswa mengikuti pembelajaran dan mengisi daftar hadir secara daring.

Sejumlah platform digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, di antaranya Google Meet, Zoom Meeting, dan Belajar.id. Siswa juga tetap mengenakan seragam seperti saat mengikuti pembelajaran tatap muka.

Meski demikian, Irfan mengakui efektivitas pembelajaran jarak jauh tidak sepenuhnya sama dengan pembelajaran tatap muka. Interaksi langsung antara guru dan siswa dinilai masih lebih efektif dalam proses penyampaian materi.

"Kalau dibandingkan dengan bertatap muka, tentu berbeda. Jauh lebih efektif ketika bertatap muka langsung," jelasnya. Untuk itu, Disdikbud meminta orang tua turut berperan aktif mendampingi dan mengawasi anak selama mengikuti PJJ di rumah. 

Siswa juga diimbau tetap berada di rumah dan menggunakan masker apabila terpaksa harus keluar. Irfan menjelaskan, penerapan PJJ merupakan langkah perlindungan terhadap peserta didik menyusul memburuknya kualitas udara di Balikpapan.

Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang disampaikan Irfan, angka kualitas udara meningkat dari 105 menjadi 110, kemudian mencapai 120 di hari ini. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan pemerintah untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh demi melindungi kesehatan anak-anak.

"Prinsip yang kita ambil adalah proteksi, memproteksi anak-anak kita agar tidak menghirup udara yang tidak sehat," katanya.

Ia menegaskan, pelaksanaan PJJ tidak otomatis dibatasi hanya tiga hari. Seperti diketahui, dalam SE tersebut PJJ diberlakukan 14-16 Oktober mendatang.

Meski demikian, pemerintah akan memantau perkembangan kualitas udara selama periode tersebut sebelum memutuskan apakah pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan.

Jika kondisi udara sudah membaik dan stabil, maka Disdikbud akan menyampaikan informasi kepada seluruh satuan pendidikan paling lambat sehari sebelum pembelajaran tatap muka kembali diberlakukan.

"Kita lihat perkembangannya. Kalau memang kondisi cuaca sudah bagus, nanti informasinya disebarluaskan ke sekolah. Kita akan menginformasikan kepada seluruh satuan pendidikan H-1 untuk melaksanakan pembelajaran secara langsung atau tatap muka," ungkapnya.

Selain pembelajaran, kebijakan PJJ juga berdampak pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Irfan mengatakan, layanan MBG mengikuti kebijakan pembelajaran yang berlaku. 

Ketika siswa tidak hadir di sekolah karena PJJ, penyedia layanan tidak melakukan produksi maupun distribusi makanan ke sekolah.

Menurutnya, koordinasi telah dilakukan dengan koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar pelaksanaan program menyesuaikan kebijakan tersebut.

"Kita sudah sampaikan H-1 bahwa besok misalnya libur atau PJJ, sehingga mereka tidak berbelanja dan tidak berproduksi," jelasnya.

Di sisi lain, Irfan meminta para guru tetap bersemangat menjalankan pembelajaran daring meskipun harus mengajar tanpa kehadiran siswa secara langsung di kelas.

Ia juga mengingatkan orang tua agar memastikan anak tetap mengikuti pembelajaran dengan baik selama berada di rumah, bukan justru beraktivitas di luar selama kondisi udara belum sehat.

"Saya kira, tidak ada kata lain kecuali menyemangati guru-guru. Kalau saya lihat tadi 'kan, mereka mengajar sendirian dalam ruangan, tetap semangat dalam pembelajaran jarak jauh. Untuk orang tua siswa-siswi terus mendampingi anak-anaknya agar tetap di rumah, kalau terpaksa keluar rumah harus menggunakan masker," imbuhnya.