Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan bantuan perlengkapan seragam sekolah bagi siswa yang terdampak musibah kebakaran. Saat ini, penyaluran bantuan masih menunggu penyelesaian pendataan calon penerima.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan siswa korban kebakaran tetap dapat mengikuti kegiatan belajar tanpa terkendala kebutuhan perlengkapan sekolah.
Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto menyebut sebelumnya telah menyalurkan bantuan serupa kepada siswa terdampak kebakaran di Kecamatan Muara Muntai. Sebanyak 12 paket seragam sekolah diberikan, dengan masing-masing paket diperuntukkan bagi satu siswa dan berisi perlengkapan secara lengkap.
“Kalau di Muara Muntai kemarin ada 12 paket, satu paket untuk satu orang,” ungkap Pujianto, Selasa (13/10/2026).
Sementara bantuan bagi siswa yang terdampak kebakaran di Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, masih dalam tahap persiapan. Disdikbud Kukar belum menetapkan jumlah paket yang akan disalurkan karena masih menyesuaikan dengan jumlah siswa terdampak dan kebutuhan mereka.
Pujianto menjelaskan, bantuan tersebut akan memanfaatkan program seragam sekolah gratis yang telah berjalan di lingkungan Pemkab Kukar. Pihaknya juga berencana menambah anggaran program agar kebutuhan siswa korban kebakaran bisa terpenuhi tanpa harus melalui pengusulan anggaran baru.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Disdikbud melakukan pendataan dan verifikasi bersama pihak sekolah, pengurus RT, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta pihak terkait lainnya.
Proses tersebut diperlukan untuk memastikan identitas penerima dan jenis perlengkapan yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi masing-masing siswa. Disdikbud juga membuka ruang bagi warga terdampak untuk menyampaikan informasi mengenai kebutuhan pendidikan yang mendesak.
Hingga kini, jadwal penyaluran bantuan belum ditentukan. Pemerintah daerah masih menunggu hasil pendataan serta koordinasi dengan berbagai pihak sebelum menetapkan waktu distribusi.
“Untuk waktu penyalurannya yang lain-lain, kita masih menyesuaikan dengan proses pendataan dan koordinasi yang sedang berjalan,” jelas Pujianto. (Adv)



