PAUD dan PNF di Kutim Dapat Bantuan Operasional hingga Pembangunan Ruang Kelas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
PAUD dan PNF di Kutim Dapat Bantuan Operasional hingga Pembangunan Ruang Kelas

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

PAUD dan PNF di Kutim Dapat Bantuan Operasional hingga Pembangunan Ruang Kelas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
PAUD dan PNF di Kutim Dapat Bantuan Operasional hingga Pembangunan Ruang Kelas

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

PAUD dan PNF di Kutim Dapat Bantuan Operasional hingga Pembangunan Ruang Kelas

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Bantuan pendidikan untuk satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) di Kabupaten Kutim mencakup biaya operasional, perlengkapan peserta didik hingga pembangunan dan rehabilitasi fasilitas sekolah.

Seksi Kurikulum Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Ali Saikhu mengatakan dukungan tersebut disalurkan melalui sejumlah program, salah satunya Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

Menurut Ali, BOSP terdiri atas tiga jenis, yakni BOSP reguler, BOSP kinerja, dan BOSP afirmasi.

“BOSP itu ada tiga. BOSP reguler, BOSP kinerja dan BOSP afirmasi,” jelas Ali.

Selain BOSP, Pemkab Kutim juga menyediakan bantuan operasional pendidikan bagi satuan PAUD dan PNF, termasuk lembaga pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan nonformal di Kutim.

Dukungan lainnya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana kelembagaan. Program yang tersedia meliputi revitalisasi sekolah, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), serta rehabilitasi fasilitas pendidikan.

“Kalau untuk sasaran ke kelembagaan itu mungkin di bidang kami ada bantuan terkait sarana prasarana. Kemudian ada juga bantuan revitalisasi dan pembangunan RKB ataupun rehab terkait dengan sekolahnya,” ujarnya.

Bantuan juga menyasar kebutuhan pribadi peserta didik, berupa seragam sekolah dan perlengkapan awal atau starter kit. Perlengkapan tersebut mencakup tas untuk menunjang kebutuhan belajar. “Untuk peserta didik itu ada bantuan seragam, seragam sama starter kit. Starter kit itu ada juga sama tas,” kata Ali.

Dia menjelaskan, kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dapat berubah setiap tahun, sehingga penentuan kebutuhan yang mendesak perlu mempertimbangkan kondisi masyarakat serta persoalan yang berkembang.

“Kalau urgen setiap tahun itu pasti ada. Karena kita melihat pola kehidupan masyarakat itu setiap tahun berbeda,” jelasnya.

Meski demikian, Ali belum merinci jumlah satuan PAUD dan PNF yang menerima bantuan, besaran anggaran yang dialokasikan, maupun target penerima untuk setiap program pada tahun berjalan.