Sampah Kiriman Jadi Tantangan Pesisir Bontang, Gemas Libatkan Warga hingga Tingkat RT

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sampah Kiriman Jadi Tantangan Pesisir Bontang, Gemas Libatkan Warga hingga Tingkat RT

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sampah Kiriman Jadi Tantangan Pesisir Bontang, Gemas Libatkan Warga hingga Tingkat RT

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Buniyamin

BONTANG – Tumpukan sampah kiriman yang terbawa arus laut menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat pesisir Kota Bontang. 

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai memperkuat peran masyarakat melalui Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (Gemas) dan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Gemas di Kelurahan Tanjung Laut Indah.

Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro, menjelaskan, kondisi geografis wilayahnya menjadi salah satu alasan penting dibentuknya gerakan tersebut. 

Sebanyak 13 RT di kelurahan itu berada di kawasan yang dipengaruhi pasang surut air laut. 

Kondisi tersebut membuat masyarakat kerap berhadapan dengan sampah kiriman yang terbawa arus dan menumpuk di sekitar permukiman. Untuk itu, penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif warga.

Melalui Satgas Gemas, masyarakat didorong membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri. Upaya itu mencakup pemilahan sampah sejak dari rumah, membuang sampah pada tempatnya, serta mencegah terbentuknya titik pembuangan sampah liar.

Pengukuhan satgas dilakukan langsung oleh Lurah Tanjung Laut Indah. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan penyematan rompi petugas oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang.

Dalam arahannya, Agus Haris mengapresiasi inisiatif kelurahan dan DLH yang terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan. Terlebih, Tanjung Laut Indah sebelumnya berhasil meraih juara pertama sebagai kelurahan terbersih.

Menurut Agus, pengelolaan sampah kini menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah. Setelah persoalan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan pengangguran, pengelolaan sampah ditetapkan sebagai prioritas kelima dalam penyusunan program kerja tahun mendatang.

“Setelah kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan pengangguran, pengelolaan sampah ditetapkan sebagai prioritas kelima yang mendapat perhatian dalam penyusunan program kerja tahun mendatang,” ungkapnya, Kamis (15/10/2026).

Ia menilai persoalan sampah memerlukan penanganan berkelanjutan dan tidak bisa hanya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah. 

Oleh sebab itu, Pemkot Bontang berencana memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).

Selain dukungan perusahaan, pemerintah juga mendorong pembentukan kelompok penggerak kebersihan di tingkat RT. Langkah ini diharapkan dapat memperluas edukasi kepada masyarakat sekaligus membuat pelaksanaan program lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal warga.

DLH Kota Bontang akan dilibatkan dalam pendampingan agar gerakan serupa dapat diterapkan di seluruh kelurahan. Dengan demikian, Gemas tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Bontang Selatan, perwakilan perusahaan, jajaran Babinsa Tanjung Laut Indah, serta Forum Ketua RT setempat. Pemkot Bontang juga berharap Karang Taruna dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) ikut memperkuat partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui Gemas, pemerintah menargetkan tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa kebersihan kawasan pesisir merupakan tanggung jawab bersama.

Di tengah tantangan sampah kiriman akibat pasang surut laut, keterlibatan warga diharapkan menjadi salah satu kunci menjaga permukiman tetap bersih dan sehat.