Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin
TANJUNG REDEB – Masyarakat yang hendak melintasi kawasan Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau perlu menyesuaikan rute perjalanan selama Berau Expo 2026 berlangsung pada 16–25 Oktober.
Mulai pukul 16.00 WITA setiap hari atau jam 4 sorre, rekayasa lalu lintas diberlakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju lokasi pameran.
Kawasan Lapangan Pemuda dan Gedung Graha Pemuda menjadi pusat kegiatan yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari.
Karena itu, sejumlah ruas jalan akan diatur ulang, termasuk pemanfaatan sebagian badan jalan untuk parkir dan lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua Event Organizer (EO) Mata Sanggam, Morten, menjelaskan, kendaraan dari simpang Berau Coal menuju KFC masih dapat melintas melalui dua jalur.
Namun, arus dari arah KFC menuju Berau Coal dibatasi satu jalur, sedangkan sisi lainnya digunakan untuk mendukung aktivitas expo.
Pengendara dari Jalan S.A. Maulana akan diarahkan menuju Jalan Ahmad Yani. Sementara kendaraan dari kawasan Mangga 1 dialihkan melalui Jalan Manggis.
Jika terjadi penumpukan, maka arus kendaraan dapat diteruskan melalui Jalan Anggur. “Mulai pukul 16.00 WITA, pengalihan arus sudah diberlakukan,” jelas Morten.
Meski demikian, pengaturan tersebut tidak serta-merta menutup seluruh akses sejak pagi. Berau Expo tetap dibuka mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WITA, sehingga jalur tertentu masih dapat digunakan sebelum rekayasa lalu lintas sore hari diterapkan.
Panitia juga telah memperhitungkan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi, termasuk akses menuju sekolah, gereja dan kantor kelurahan.
Berdasarkan koordinasi yang dilakukan, kegiatan belajar di sekolah sekitar telah disesuaikan agar aktivitas selesai sebelum pengalihan arus dimulai.
Selain mengatur pergerakan kendaraan, panitia menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk mengurangi potensi kemacetan di sekitar area pameran.
Parkir mobil disiapkan di sepanjang Jalan Pemuda, termasuk kawasan sekitar Berau Coal dan KFC, serta Jalan Manggis dan Jalan Anggur.
Adapun pengendara sepeda motor dapat memanfaatkan area Jalan Pemuda dari arah KFC menuju Dinas Sosial, termasuk kawasan di depan Bumi Subur sebelum kantor tersebut.
Apabila kapasitas yang tersedia tidak mencukupi, lokasi parkir tambahan berpeluang diperluas ke Jalan R.A. Kartini dan Jalan Sutomo.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, mengatakan pengaturan lalu lintas dan parkir telah dikoordinasikan bersama sejumlah instansi.
Pembahasan melibatkan Dinas Perhubungan, Badan Pendapatan Daerah, Kodim 0902/Berau, Satuan Lalu Lintas Polres Berau, Satuan Polisi Pamong Praja, Kejaksaan Negeri Berau, panitia, serta perwakilan RT dan Kelurahan Tanjung Redeb.
Menurut Nanang, pengelolaan parkir harus menjadi perhatian agar aktivitas ekonomi selama expo tidak berujung pada persoalan baru bagi pengguna jalan maupun warga sekitar.
“Parkir di tepi jalan direncanakan gratis. Parkir khusus wajib memiliki izin dan tarif yang jelas,” tegasnya.
Penataan juga akan mempertimbangkan akses menuju gang-gang sempit agar kendaraan yang keluar-masuk tidak menimbulkan antrean baru. Dengan begitu, pengunjung tetap memiliki pilihan tempat parkir tanpa menghambat mobilitas warga.
Berau Expo 2026 mengusung tema “Ekonomi Tumbuh, Budaya Lestari, Berau Sejahtera”.
Selain menjadi ajang promosi potensi daerah, kegiatan yang berlangsung selama 10 hari ini turut membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk serta menampilkan kekayaan seni dan budaya lokal.
Masyarakat yang berencana berkunjung diimbau memperhatikan perubahan arus kendaraan dan memanfaatkan lokasi parkir yang telah disediakan agar pelaksanaan expo tetap tertib dan nyaman bagi semua pihak. (Adv)



