Tiga SPBU di Berau Buka 24 Jam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
SPBU Kilometer 5, Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
SPBU Kilometer 5, Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tiga SPBU di Berau Buka 24 Jam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
SPBU Kilometer 5, Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
SPBU Kilometer 5, Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tiga SPBU di Berau Buka 24 Jam

SPBU Kilometer 5, Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin

TANJUNG REDEB – Masyarakat Kabupaten Berau kini memiliki lebih banyak waktu untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menguji coba operasional 24 jam di tiga SPBU sejak Senin (12/10/2026) sebagai upaya mengurai antrean yang masih terjadi.

Tiga SPBU yang mendapat tambahan jam pelayanan tersebut berada di Rinding dengan nomor 64.773.08, Kilometer 5 nomor 64.773.09, serta Sambaliung nomor 64.773.10.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah Pertamina untuk memperluas waktu pelayanan, sekaligus mengurangi penumpukan kendaraan pada jam-jam sibuk. 

Masyarakat tidak lagi hanya bergantung pada waktu pengisian pada siang hari, karena bisa memanfaatkan layanan pada malam hingga dini hari.

Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus mengatakan penambahan jam operasional dilakukan setelah mempertimbangkan keluhan masyarakat terkait antrean BBM, terutama untuk mengatasi kepadatan yang belum sepenuhnya terurai, termasuk pada pengisian solar.

Menurutnya, pengelola SPBU telah diarahkan untuk memperpanjang waktu pelayanan hingga mencoba beroperasi selama 24 jam. Tapi, kebijakan tersebut masih dalam tahap uji coba untuk mengukur efektivitasnya terhadap kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, Pertamina menyadari bahwa memperpanjang jam operasional saja belum cukup untuk menyelesaikan persoalan antrean. Kapasitas pengisian di sejumlah SPBU juga perlu ditingkatkan agar kendaraan dapat terlayani lebih cepat.

Salah satu langkah yang didorong adalah penambahan nozzle Pertalite, terutama di SPBU yang masih mengandalkan satu dispenser untuk melayani kendaraan roda dua dan roda empat. Kondisi tersebut berpotensi memperlambat proses pengisian ketika volume kendaraan meningkat.

Pertamina juga meminta pengelola memastikan dispenser dan nozzle yang mengalami kerusakan segera diperbaiki. Fasilitas yang tidak berfungsi dapat mengurangi jumlah kendaraan yang mampu dilayani dalam satu waktu, sehingga berpengaruh terhadap panjang antrean.

Perubahan juga dilakukan di SPBU Sambaliung yang mulai beroperasi pada awal September 2026. Fasilitas pengisian yang sebelumnya terdiri atas masing-masing satu dispenser untuk solar dan Pertalite kini ditambah menjadi dua dispenser untuk setiap jenis BBM tersebut.

“Penambahan fasilitas ini diharapkan mampu memperbesar kapasitas pelayanan, sehingga pengendara tidak hanya terbantu oleh tambahan waktu operasional, tetapi juga oleh proses pengisian yang lebih efisien,” ucapnya.

Pertamina turut mendorong penguatan layanan di wilayah pesisir, termasuk Biduk-Biduk. SPBU di wilayah tersebut yang belum melayani secara reguler didorong mempertimbangkan penambahan tangki BBM nonsubsidi, seperti Pertamax, untuk memperluas pilihan bahan bakar bagi masyarakat.

Hermawan menegaskan, hasil evaluasi operasional 24 jam akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Pertamina akan melihat sejauh mana kebijakan tersebut mampu memperbaiki pelayanan, sekaligus menilai kebutuhan penambahan fasilitas di SPBU.

“Fokus kami memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM, sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan SPBU,” pungkasnya.

Dengan kombinasi penambahan jam operasional, perbaikan fasilitas, dan peningkatan kapasitas pengisian, upaya mengurai antrean BBM di Berau diharapkan tidak sekadar memindahkan kepadatan ke waktu lain, tetapi juga membuat pelayanan lebih lancar bagi masyarakat.