Imbau Warga Pakai Masker, Dinkes Kaltim Minta Masyarakat Tak Anggap Enteng Bahaya Partikel Asap Karhutla

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Imbau Warga Pakai Masker, Dinkes Kaltim Minta Masyarakat Tak Anggap Enteng Bahaya Partikel Asap Karhutla

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Imbau Warga Pakai Masker, Dinkes Kaltim Minta Masyarakat Tak Anggap Enteng Bahaya Partikel Asap Karhutla

Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengimbau serius kepada masyarakat agar tidak menganggap remeh paparan kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah di Kaltim. 

Dinkes menegaskan, ancaman partikel mikro (particulate matter) di balik kabut asap nyata dan memicu lonjakan penyakit saluran pernapasan. Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menanggapi kondisi kualitas udara yang masih dinamis di Kaltim. 

Ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan mandiri, terutama saat harus beraktivitas di ruang terbuka. "Saran kami, masyarakat jangan terlalu menganggap enteng cuaca asap saat ini. Ini nyata, ada ancaman bahaya terkait partikel-partikel halus yang terhirup," ungkap Andi, Kamis (15/10/2026). 

Imbauan Dinkes Kaltim ini merespons paparan data dari Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang mencatat akumulasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kaltim mencapai sekitar 13.000 kasus sepanjang periode laporan khusus karhutla (27 Juli hingga 15 September 2026).

"Kalau memang harus beraktivitas di luar rumah dalam kondisi asap tidak sehat atau berbahaya, pakailah masker," imbaunya.

Ia membenarkan adanya kenaikan tren penyakit pernapasan seiring pekatnya kepulan asap karhutla di kawasan permukiman. Dampak buruk kualitas udara buruk tersebut memicu dua penyakit pernapasan utama yaitu ISPA dan Pneumonia. Kedua penyakit itu menurutnya mudah menyerang kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. 

"Secara data memang ada peningkatan. Dampak asap ini memengaruhi peningkatan kasus ISPA dan Pneumonia," jelasnya.

Selain ancaman ISPA akibat kabut asap, Dinkes Kaltim mengingatkan masyarakat akan "ancaman ganda" yang dipicu oleh cuaca kemarau dan fenomena El Nino yang melanda Kaltim yaitu diare dan Demam Berdarah Dengue (DBD). 

Keterbatasan akses air bersih warga untuk kebutuhan sanitasi dan konsumsi harian kerap memicu diare. 
Kemudian DBD dapat dipicu oleh penampungan air terbuka yang marak digunakan warga saat krisis air, sehingga menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Meskipun terjadi peningkatan kasus penyakit musim kemarau dan paparan asap, Andi memastikan bahwa fasilitas kesehatan dasar di seluruh kabupaten/kota dalam kondisi siap siaga.

Dinkes Kaltim telah mengantisipasi ketersediaan sarana prasarana medis serta kecukupan stok obat-obatan di tingkat Puskesmas untuk menangani pasien terinfeksi.

"Insyaallah sampai saat ini masih bisa kita tangani dengan baik, dan kita semua berharap kondisi asap ini segera membaik," pungkasnya.