Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Persiba Balikpapan memburu tiga poin saat menghadapi Kendal Tornado FC pada pekan keenam Liga 2 Pegadaian Championship di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (16/10/2026) besok malam.
Laga ini menjadi ujian bagi Beruang Madu yang tengah menjalani masa transisi setelah berpisah dengan pelatih kepala Sudirman usai menelan kekalahan 2-0 dari tuan rumah PS Barito Putera.
Meski berada dalam situasi transisi, Persiba berupaya bangkit dengan mengandalkan kekompakan tim dan kepercayaan diri pemain.
Pelatih karteker Persiba, Yus Arfandy menyebut persiapan tim dilakukan dengan memperhatikan strategi hingga kesiapan mental pemain.
"Untuk pertandingan besok, kami persiapkan anak-anak dengan sebaik-baiknya. Baik mulai dari latihan, persiapan tim untuk besok, semoga anak-anak bermain dengan kepercayaan diri yang tinggi dalam pertandingan tersebut," kata Yus dalam konferensi pers, Kamis (15/10/2026).
Ia mengakui Kendal Tornado FC bukan lawan yang mudah. Berdasarkan analisis tim pelatih, lawan memiliki pemain-pemain berkualitas, termasuk sejumlah pemain yang telah memperkuat tim pada musim sebelumnya.
Namun, Yus menegaskan hasil pertandingan tidak hanya ditentukan oleh nama besar atau kemampuan individu pemain. Sebab, kerja sama dan kerja keras tim menjadi faktor penting untuk meraih hasil maksimal.
"Pertandingan dimenangkan tidak hanya oleh nama besar maupun kualitas individu, tetapi melainkan adalah kerja sama tim, kerja keras, kerja cerdas, tekad yang kuat untuk bisa bermain lebih baik," ujarnya.
Yus berharap para pemain mampu menjaga fokus dan konsentrasi sepanjang pertandingan agar Persiba bisa membawa pulang hasil positif dari Lamongan.
Dalam persiapan tersebut, Persiba juga menghadapi kendala kebugaran pemain. Yus mengungkapkan terdapat dua pemain yang mengalami cedera.
Meski demikian, ia tetap optimistis skuad yang tersedia mampu menjalankan rencana permainan.
Gelandang Persiba Balikpapan, Bryan Cesar mengakui masa transisi setelah berpisah dengan Sudirman menjadi tantangan tersendiri bagi tim.
Namun, ia menyebut para pemain telah melakukan evaluasi dan saling memberikan dukungan untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
"Kita tahu ini masa transisi dari ditinggalkannya, dari berpisahnya kita dengan Coach Sudirman memang cukup berat. Tapi kita semua sudah evaluasi, sudah berbicara, sudah saling support, dan saya pikir yang kita persiapkan besok bukan cuma sebuah tim, tapi sebuah keluarga," kata Bryan.
Menurutnya, kebersamaan menjadi modal penting bagi Persiba untuk menghadapi situasi sulit.
Ia menilai setiap pemain harus saling mendukung dan memberikan kemampuan terbaik di lapangan.
"Jadi kalau keluarga itu, kalau ada kesulitan apa pun semua harus melakukan apa pun, saling support, saling dukung, dan memberikan yang terbaik di lapangan," ujarnya.
Bryan juga berharap Persiba mampu menunjukkan perjuangan lebih baik dibandingkan pertandingan sebelumnya, terlebih tim kini berusaha beradaptasi bersama jajaran pelatih yang ada.
"Yang pasti kita bakal berjuang lebih dari pertandingan sebelumnya, karena ini sudah pertandingan kesekian kalinya dan kita bersama coach-coach yang ada di Persiba sekarang, terutama Coach Yus, semoga kita besok dapat hasil maksimal," tuturnya.
Persiba kini dituntut menjaga kekompakan di tengah perubahan di jajaran pelatih.
Laga melawan Kendal Tornado FC menjadi kesempatan bagi Beruang Madu untuk bangkit sekaligus membuktikan kesiapan tim dalam memburu tiga poin.


