DP3AKB Bontang Ajak Semua Pihak Tekan Kehamilan Anak di Bawah Umur

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala DP3AKB Bontang, Bahtiar Mabe (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Kepala DP3AKB Bontang, Bahtiar Mabe (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DP3AKB Bontang Ajak Semua Pihak Tekan Kehamilan Anak di Bawah Umur

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala DP3AKB Bontang, Bahtiar Mabe (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Kepala DP3AKB Bontang, Bahtiar Mabe (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DP3AKB Bontang Ajak Semua Pihak Tekan Kehamilan Anak di Bawah Umur

Kepala DP3AKB Bontang, Bahtiar Mabe (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang, Bahtiar Mabe, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menekan kasus kehamilan anak di bawah umur di Kota Bontang.

Menurut Bahtiar, persoalan kehamilan usia dini merupakan masalah sosial yang dapat ditemukan di berbagai daerah. Meski demikian, upaya pencegahan harus terus dilakukan agar kasus serupa tidak semakin bertambah.

Ia menegaskan, penanganan persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.

“Yang perlu kita lakukan adalah menekan serendah mungkin, kalau bisa zero. Tapi kan tidak mungkin zero. Kita semua yang ada di Kota Bontang ini wajib hukumnya untuk mengupayakan agar jangan sampai ada begitu,” ujarnya, Kamis (15/10/2026).

Dia menilai, persoalan sosial yang melibatkan anak dan remaja tetap perlu ditangani serta ditindaklanjuti secara serius. Namun, penanganannya juga harus diimbangi dengan upaya membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara positif.

Ia mendorong penguatan literasi, penyuluhan, serta penyediaan ruang bagi remaja untuk mengembangkan potensi dan menyalurkan energi mereka melalui kegiatan yang bermanfaat.

Menurutnya, remaja membutuhkan wadah untuk mengembangkan kecerdasan, keterampilan, dan bakat agar tidak terjerumus pada kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Permasalahan sosial perlu ditangani dan ditindaklanjuti supaya jangan bertambah, jangan ada lagi selanjutnya,” katanya.

Bahtiar juga menyebut DP3AKB memiliki sejumlah program yang melibatkan remaja, di antaranya Duta Generasi Berencana (GenRe) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).

Melalui program tersebut, remaja dibekali pengetahuan dan keterampilan agar dapat menjadi teman sebaya yang mampu memberikan dukungan serta mengarahkan sesama remaja ke kegiatan positif.

Ia berharap kolaborasi berbagai pihak dapat memperkuat upaya perlindungan anak dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi remaja di Kota Bontang.