Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - Rentetan kebakaran yang melanda permukiman di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari aktivitas rumah tangga dan instalasi listrik.
Menurut Aulia, pencegahan kebakaran perlu dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Masyarakat diminta memastikan api di dapur sudah benar-benar padam sebelum beristirahat serta memeriksa peralatan listrik yang berpotensi menimbulkan korsleting.
Ia juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati ketika hendak meninggalkan rumah dalam waktu lama. Langkah memutus aliran listrik dinilai penting untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran akibat gangguan instalasi listrik.
“Bahkan ketika meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya listrik yang ada di rumah itu dimatikan total, sehingga tidak menimbulkan kemungkinan korsleting listrik di rumah-rumah kita,” tegasnya.
Aulia menilai, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menekan risiko kebakaran. Terlebih, kejadian serupa yang berulang dalam waktu berdekatan telah menimbulkan kerugian material hingga merenggut nyawa.
Karena itu, ia mengajak warga untuk saling mengingatkan dan meningkatkan pengawasan terhadap kondisi lingkungan masing-masing. Pengenalan terhadap sumber-sumber bahaya sejak dini diharapkan dapat mencegah kebakaran sebelum meluas.
Di samping upaya pencegahan, Pemkab Kukar juga berkoordinasi dengan petugas terkait untuk membantu masyarakat yang terdampak. Penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari memenuhi kebutuhan mendesak hingga mendukung pemulihan kehidupan warga setelah musibah.
Aulia menyebut, salah satu perhatian pemerintah adalah memastikan aktivitas sehari-hari warga, termasuk pendidikan anak-anak korban kebakaran, tetap berjalan. Bantuan perlengkapan sekolah menjadi bagian dari upaya meringankan beban keluarga terdampak.
“Jangka pendek kita adalah bagaimana warga masyarakat kita yang ada di sekitar itu tidak terhalang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Yang sekolah, seragam sekolahnya ketika tidak ada, nanti kita upayakan untuk mengadakan itu dan lain sebagainya, sehingga kita bisa mengurangi beban dari warga masyarakat kita yang terkena musibah kebakaran,” jelasnya.
Ia memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya mendampingi masyarakat yang tertimpa musibah. Namun, menurutnya, penanganan setelah kejadian perlu berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi potensi kebakaran.
“Mengingat banyaknya kejadian kebakaran di tempat kita, maka mari kita saling mengingatkan, mengawasi untuk bersama-sama menghindarkan diri atau memitigasi segala potensi kebakaran. Atas nama Pemkab Kutai Kartanegara, kami selalu bersama masyarakat untuk mencegah musibah ini,” pungkasnya. (Adv)



