Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi langsung. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau kini mengajak mahasiswa dan masyarakat umum menyuarakan kepedulian lingkungan melalui konten digital yang kreatif dan mudah disebarluaskan.
Melalui lomba video bakti lingkungan bertajuk “Berau Tanpa Asap”, masyarakat didorong memanfaatkan media digital untuk mengedukasi publik tentang bahaya karhutla sekaligus mengajak lebih banyak orang terlibat dalam menjaga lingkungan.
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, diharapkan dapat mendorong gerakan peduli lingkungan yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjangkau masyarakat lebih luas melalui media sosial.
Lomba ini menjadi bagian dari rangkaian Berau Expo 2026. Peserta dapat menuangkan gagasan dalam berbagai format, mulai dari film pendek, iklan layanan masyarakat (PSA), animasi, motion graphic, dokumenter edukatif hingga narasi visual. Durasi video maksimal tiga menit.
Ada empat subtema yang dapat dipilih peserta, yakni hubungan asap dengan kehidupan masyarakat, pembukaan lahan tanpa membakar, perlindungan hutan untuk masa depan, serta aksi sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah kebakaran.
“Melalui media digital, pesan lingkungan bisa dikemas lebih menarik, kreatif, dan mudah dibagikan. Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, ikut mengambil peran dalam mengampanyekan pencegahan karhutla,” ujarnya.
Lomba ini terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat umum, baik secara individu maupun kelompok. Namun, setiap peserta hanya dapat mengikuti satu kategori penilaian. Karya harus orisinal dan tidak diperbolehkan menggunakan kecerdasan buatan generatif untuk membuat karya secara penuh.
Pendaftaran sekaligus pengumpulan karya berlangsung pada 15–18 Oktober 2026, dengan batas akhir 18 Oktober pukul 21.00 WITA. Sepuluh karya terbaik akan dipilih sebagai finalis, sebelum penayangan dan penilaian akhir pada 19 Oktober 2026 pukul 19.00–21.00 WITA di stan DLHK pada Berau Expo 2026.
Selain menjadi ajang unjuk kreativitas, lomba ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi lingkungan. Pesan tentang pencegahan karhutla tidak hanya hadir di lokasi pameran, tetapi juga dapat menjangkau pengguna media sosial melalui video yang dibagikan peserta.
Di tengah upaya menjaga Berau tetap hijau dan bebas asap, kreativitas digital menjadi salah satu cara untuk mengubah kepedulian menjadi aksi nyata. Semakin luas pesan lingkungan tersebar, semakin besar pula peluang masyarakat ikut menjaga hutan dan mencegah kebakaran sejak dini. (Adv)



