Banner ADV

Investasi Kukar Melambat, IKN dan Sektor Tambang Jadi Sorotan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Investasi Kukar Melambat, IKN dan Sektor Tambang Jadi Sorotan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Investasi Kukar Melambat, IKN dan Sektor Tambang Jadi Sorotan

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan 

TENGGARONG - Realisasi investasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami penurunan pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari peralihan investasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga perlambatan aktivitas di sektor pertambangan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor, menjelaskan bahwa pada 2024 realisasi investasi di Kukar mencapai sekitar Rp16 triliun. Angka tersebut jauh melampaui target yang saat itu ditetapkan sebesar Rp7 triliun.

Sementara pada 2025, realisasi investasi tercatat sekitar Rp12 triliun hingga Rp12,5 triliun. Meski mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, capaian tersebut masih melampaui target investasi 2025 yang berada di kisaran Rp7,3 triliun.

Menurut Alfian, kondisi tersebut perlu dibedakan antara pencapaian target dan pertumbuhan investasi. Secara nominal, target investasi masih dapat dipenuhi. Namun, pertumbuhan investasi mengalami penurunan karena nilai realisasinya tidak mampu menyamai capaian pada 2024.

“Target tidak tercapai, tetapi pertumbuhannya yang tidak tercapai,” ujarnya. Jumat (16/10/2026)

Ia menjelaskan, penurunan tersebut tidak terlepas dari perubahan arah investasi di sejumlah wilayah Kukar yang sebelumnya menjadi penyumbang cukup besar. Beberapa kawasan, terutama Samboja dan Muara Jawa, mulai terdampak pergeseran minat investor menuju kawasan IKN.

Selain itu, sebagian wilayah lainnya juga mengalami kondisi serupa, sehingga berpengaruh terhadap besaran investasi yang masuk ke Kukar.

“Pertama, ada beberapa wilayah atau daerah kita yang memang menyumbang banyak investasi, sekarang sudah pindah ke IKN,” jelasnya.

Faktor berikutnya berasal dari sektor pertambangan yang selama ini menjadi salah satu kontributor utama investasi di Kukar. Alfian menyebut, adanya kendala dalam penerbitan maupun pengurangan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) turut memengaruhi pengembangan usaha sejumlah perusahaan.

Situasi tersebut membuat sebagian pelaku usaha menghadapi hambatan dalam menjalankan rencana pengembangan kegiatan pertambangan. Dampaknya, realisasi investasi dari sektor tersebut ikut terpengaruh.

“Berarti itu saat ini ada yang RKAB tidak terbit, masih menunggu RKAB, ada yang dikurangi dan sebagainya. Sehingga mereka dalam pengembangan usahanya juga agak terhambat,” katanya.

Alfian menegaskan, capaian investasi pada 2024 menjadi pembanding yang cukup tinggi bagi tahun-tahun berikutnya. Dengan realisasi sekitar Rp16 triliun, tahun tersebut menjadi salah satu periode dengan capaian investasi tertinggi di Kukar.

Karena itu, meskipun target investasi tahunan masih dapat dicapai, peningkatan pertumbuhan investasi menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, terutama di tengah pergeseran lokasi investasi dan perlambatan pada sektor usaha tertentu. (Adv)