Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya, Hanya Ditutupi Karung oleh Anaknya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Polisi saat menunjukkan tempat jenazah Rohani ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (Foto: Polres Nunukan)
Polisi saat menunjukkan tempat jenazah Rohani ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (Foto: Polres Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya, Hanya Ditutupi Karung oleh Anaknya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Polisi saat menunjukkan tempat jenazah Rohani ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (Foto: Polres Nunukan)
Polisi saat menunjukkan tempat jenazah Rohani ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (Foto: Polres Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya, Hanya Ditutupi Karung oleh Anaknya

Polisi saat menunjukkan tempat jenazah Rohani ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (Foto: Polres Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin 

NUNUKAN – Seorang perempuan lanjut usia (Lansia) bernama Rohani (68) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Pattimura, RT 001, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan.

Jasad korban ditemukan dalam kondisi membusuk setelah diduga meninggal dunia sekitar sepekan sebelumnya. Peristiwa tersebut terungkap setelah seorang warga menanyakan keberadaan korban kepada anaknya, Rahman yang selama ini tinggal bersama korban.

Kapolres Nunukan, AKBP Ruslaeni melalui Kasi Humas, IPDA Idris menjelaskan, penemuan tersebut bermula ketika seorang saksi, Nanang Kusmanto bertemu dengan Rahman di sekitar Jembatan Pasar Pagi, tepatnya di depan Gerbang Agape, sekitar pukul 17.30 WITA.

Saat itu, Nanang menanyakan keberadaan ibu Rahman yang sudah beberapa waktu tidak terlihat. Rahman kemudian menjawab bahwa ibunya telah meninggal dunia.

"Mendengar jawaban tersebut, Nanang segera memeriksa kondisi korban di rumahnya yang tidak jauh dari lokasi pertemuan. Saat ditemukan, Rohani sudah meninggal dunia dan mengeluarkan aroma tidak sedap," ujar Idris, Jumat (16/10/2026).

Nanang kemudian menghubungi Wakil Kepala Polsek Nunukan melalui telepon untuk melaporkan penemuan jenazah tersebut. Informasi itu selanjutnya menyebar kepada warga sekitar dan petugas kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.

"Berdasarkan keterangan awal Rahman kepada petugas, ibunya diduga telah meninggal dunia pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 16.00 WITA," ujarnya.

Saat itu, Rahman melihat ibunya terbaring di rumah, sehingga mengira korban masih tidur, kemudian menyelimuti tubuh ibunya menggunakan sarung.

Rahman mengaku tidak memberitahukan kondisi ibunya kepada tetangga dan memilih membiarkan jenazah tetap berada di dalam rumah dengan membungkusnya menggunakan sarung dan selimut.

"Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada petugas, tindakan tersebut dilakukan karena Rahman merasa tidak enak kepada tetangga, serta bermaksud mencegah bau jenazah tercium oleh warga sekitar," ucap Idris.

Rahman dan Rohani diketahui tinggal berdua di rumah tersebut. Dalam kesehariannya, Rohani bekerja sebagai penjual buah di sekitar Jembatan Pasar Pagi, sedangkan Rahman bekerja sebagai tukang urut keliling.

Rahman juga menyampaikan, ibunya memiliki riwayat penyakit diabetes dan stroke. Tapi dugaan tersebut masih sebatas keterangan keluarga dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian korban.

"Hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan jenazah ditemukan dalam posisi terbaring di atas tempat tidur beralaskan kayu," ucapnya.

Tubuh korban tertutup tiga lapis pakaian dan kain, yakni selimut, sarung, serta daster. Petugas juga menemukan sejumlah obat di sekitar lokasi, termasuk obat pereda nyeri.

Berdasarkan pemeriksaan visual awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang terlihat pada tubuh korban.

Meski demikian, kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan membuat penentuan ada atau tidaknya tanda kekerasan menjadi terbatas.

Dokter Herdin yang melakukan pemeriksaan jenazah juga belum dapat memastikan tanda-tanda kekerasan karena kondisi tubuh korban telah mengalami pembusukan.

Dengan demikian, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit belum dapat dipastikan sebagai kesimpulan akhir penyebab kematian.

Polisi menyatakan penyelidikan lebih lanjut tetap terbuka apabila ditemukan fakta atau informasi baru yang memerlukan pendalaman.

"Dalam penanganan perkara ini, kondisi Rahman juga menjadi bagian dari informasi yang perlu diperhatikan. Berdasarkan informasi awal yang disampaikan dalam penanganan kejadian, Rahman diketahui mengalami gangguan mental ringan," ungkap Idris.

Setelah proses pemeriksaan di lokasi selesai, jenazah direncanakan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Kampung Rambutan, Kelurahan Nunukan Timur.