Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Kemarau panjang yang terjadi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengakibatkan terjadinya krisis air bersih.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid mengatakan krisis air baku akibat kemarau panjang berdampak secara signifikan terhadap layanan air bersih di Benuo Taka.
Unit WTP Lawe-Lawe di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam saat ini hanya mampu memproduksi air bersih sebesar 10 persen dari kondisi normal 170 liter per detik.
“Kondisi air baku di WTP Lawe-Lawe mengalami penurunan signifikan, sehingga kapasitas produksi air bersih Perumda AMDT hanya mencapai 10 persen dari kondisi normal,” kata Abdul Rasyid, Jumat (16/10/2026).
Ia mengungkapkan, menurunnya kapasitas produksi air bersih mengakibatkan pendistribusian air bersih kepada pelanggan di sembilan kelurahan/desa terganggu, yakni Kelurahan Penajam, Gunung Seteleng, Nenang, Sungai Parit, Nipah-nipah, Lawe-lawe, Petung, Desa Girimukti dan Desa Sidorejo.
“Kapasitas produksi air bersih hanya 10 persen mengakibatkan melemahnya tekanan air hingga air tidak mengalir,” bebernya.
Ia menekankan, Perumda AMDT PPU telah menginformasikan kepada seluruh pelanggan yang ada di bawah layanan Unit WTP Lawe-Lawe terkait dengan menurunnya kapasitas produksi air bersih yang mengakibatkan pendistribusian air bersih terganggu.
“Kami meminta maaf kepada seluruh pelanggan Perumda AMDT atas terganggunya layanan air bersih akibat krisis air baku di musim kemarau,” pungkasnya.


