Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Persiba Balikpapan kembali gagal meraih poin setelah takluk 0-3 dari tamunya Kendal Tornado FC dalam lanjutan pekan keenam Liga 2 Pegadaian Championship di Stadion Surajaya Lamongan, Jumat (16/10/2026) malam.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Beruang Madu. Persiba harus segera berbenah untuk memutus rentetan hasil buruk pada pertandingan berikutnya.
Pelatih karteker Persiba Balikpapan, Yus Arfandy mengakui Kendal Tornado FC tampil lebih baik.
Meski demikian, ia menilai mental para pemain Persiba mulai menunjukkan perkembangan.
Menurutnya, Persiba sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang setelah kebobolan pada menit-menit awal. Tapi peluang tersebut belum berhasil dikonversi menjadi gol.
"Ketika sudah berjalan waktu, kita mendapatkan peluang, tapi tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemain kita," ucap Yus dalam konferensi pers.
Ia menegaskan kekalahan tersebut menjadi tanggung jawabnya sebagai pelatih karteker, sehingga berupaya mengembalikan kepercayaan diri dan semangat pemain agar bisa tampil lebih baik pada laga selanjutnya.
"Semua tetap tanggung jawab saya sebagai head coach, sebagai caretaker di sini. Jadi saya pikir anak-anak perlu rileks, bagaimana saya mengangkat semangatnya kembali," katanya.
Selain hasil pertandingan, Yus turut menyoroti insiden lampu stadion yang sempat padam saat laga berlangsung.
Menurutnya, kejadian tersebut mengganggu konsentrasi pemain yang mulai menemukan fokus permainan.
"Sebenarnya mati lampu itu berpengaruh ya, karena walaupun tensi sudah mulai naik, sudah mulai fokus anak-anak, tiba-tiba mati lampu. Sangat disayangkan sebenarnya," ungkapnya.
Sementara kapten Persiba Balikpapan, Abdul Rachman mengakui timnya telah melakukan persiapan dengan baik selama beberapa hari sebelum pertandingan.
Namun, kebobolan pada menit-menit awal membuat permainan timnya terganggu.
Meski begitu, Rachman menegaskan para pemain tidak ingin mencari alasan atas kekalahan tersebut.
Ia menyebut hasil pertandingan harus diterima dan dijadikan bahan evaluasi untuk menghadapi laga berikutnya.
"Intinya kita kalah dan sepak bola Indonesia kan berbicara tentang hasil. Bagaimanapun ini sudah terjadi," ucap Rachman.
Ia memastikan seluruh pemain Persiba tidak akan menyerah dan berusaha bersama-sama untuk keluar dari tren buruk yang sedang dialami tim.
"Minggu depan kita ada pertandingan lagi. Intinya saya mewakili pemain semua tidak akan menyerah dan akan berusaha sekuat mungkin untuk bisa keluar dari tren buruk ini," tegasnya.
Persiba kini dituntut segera melakukan evaluasi, terutama dalam mengantisipasi kebobolan pada awal pertandingan dan memaksimalkan peluang.
Perbaikan tersebut menjadi penting agar Beruang Madu dapat kembali bersaing dan meraih hasil positif pada laga selanjutnya.


