Anggaran Daerah Tertekan, Pemkot Bontang Tegaskan Insentif Penggiat Agama Tak Dipangkas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pelaksana Harian (Plh) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Anwar Sadat (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Pelaksana Harian (Plh) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Anwar Sadat (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Anggaran Daerah Tertekan, Pemkot Bontang Tegaskan Insentif Penggiat Agama Tak Dipangkas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pelaksana Harian (Plh) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Anwar Sadat (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Pelaksana Harian (Plh) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Anwar Sadat (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Anggaran Daerah Tertekan, Pemkot Bontang Tegaskan Insentif Penggiat Agama Tak Dipangkas

Pelaksana Harian (Plh) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Anwar Sadat (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Di tengah tekanan anggaran daerah, Pemerintah Kota Bontang menegaskan komitmen mempertahankan insentif penggiat agama. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan keagamaan sekaligus memperkuat kerukunan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang dibacakan Pelaksana Harian (Plh) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Anwar Sadat pada Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pendeta Indonesia (DPC API) Kota Bontang masa bakti 2026–2031.

Pelantikan berlangsung di GPSI II Zebaoth Bontang, Jalan Banjarmasin Nomor 20, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat.

Dalam sambutan tersebut, pemerintah menegaskan insentif penggiat agama tetap perlu dipertahankan dan tidak diturunkan meskipun daerah menghadapi tantangan anggaran.

“Penggiat agama memiliki kontribusi besar dalam membangun masyarakat yang berakhlak, rukun, dan sejahtera,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, dukungan terhadap penggiat agama merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap pembangunan manusia dan kehidupan sosial masyarakat.

Selain dukungan finansial, Pemkot Bontang juga berharap tokoh agama mengambil peran lebih luas dalam menjaga stabilitas sosial, menyampaikan edukasi kepada masyarakat, serta mendukung program pembangunan daerah.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama,” ujar Anwar.

Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Keharmonisan sosial, nilai moral, serta rasa aman juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kota yang maju.

Untuk itu, para pendeta diharapkan mampu menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat melalui pelayanan, keteladanan, serta komunikasi yang baik dengan jemaat.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) API Kaltim, Pendeta Yulius Hein Pao mengatakan organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah pemersatu para pendeta tanpa membedakan dogma, doktrin maupun denominasi gereja.

“API harus menjadi jembatan pemersatu bagi para pendeta,” kata Yulius.

Ia berharap kebersamaan tersebut dapat memperkuat pelayanan keagamaan sekaligus mendorong kontribusi para pendeta dalam menjaga kesejahteraan dan keamanan Kota Bontang.

API juga merencanakan peningkatan kapasitas dan akuntabilitas pendeta beserta keluarga, antara lain melalui kerja sama dengan perguruan tinggi teologi dan penyelenggaraan program pelatihan.

Sementara itu, Ketua DPC API Kota Bontang, Pendeta Ruddy Apolos Tanod, menyampaikan bahwa sekitar 27 pengurus dilantik untuk menjalankan organisasi selama lima tahun ke depan.

“Pelantikan ini bukan sekadar pengukuhan kepengurusan, melainkan awal dari tanggung jawab pelayanan yang harus kami jalankan bersama,” ujarnya.

Ruddy menegaskan komitmennya untuk mempererat persaudaraan antarpelayan gereja dan menjadikan API sebagai wadah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain persoalan kerukunan, Pemkot Bontang turut mengajak para pendeta meningkatkan kesadaran jemaat terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah cuaca ekstrem dan kemarau panjang.

Masyarakat diimbau tidak membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok yang masih menyala, maupun membuka lahan dengan cara membakar.

Melalui penguatan peran tokoh agama dan keberlanjutan dukungan terhadap penggiat agama, pemerintah berharap pembangunan Kota Bontang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga ditopang kehidupan sosial yang harmonis dan toleran.