Banner ADV

Goa Bloyot Diangkat di Berau Expo 2026, Kenalkan Warisan Sejarah ke Publik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Stan Disbudpar Berau di Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Stan Disbudpar Berau di Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Goa Bloyot Diangkat di Berau Expo 2026, Kenalkan Warisan Sejarah ke Publik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Stan Disbudpar Berau di Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Stan Disbudpar Berau di Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Goa Bloyot Diangkat di Berau Expo 2026, Kenalkan Warisan Sejarah ke Publik

Stan Disbudpar Berau di Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Kekayaan sejarah dan warisan bumi Kabupaten Berau menjadi sorotan dalam Berau Expo 2026. 

Tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mengangkat Goa Bloyot di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay sebagai tema stan untuk memperkenalkan potensi geowisata yang dimiliki Bumi Batiwakkal.

Pemilihan Goa Bloyot bukan tanpa alasan. Situs tersebut menyimpan jejak peradaban manusia masa lampau berupa lukisan atau cap tangan pada dinding gua yang diperkirakan berusia 35 ribu hingga 40 ribu tahun.

Kekayaan sejarah itu menjadi salah satu keunikan yang ingin diperkenalkan Disbudpar kepada masyarakat melalui pameran tahunan tersebut.

Tak hanya menampilkan potensi wisata, tema ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman publik tentang pentingnya menjaga warisan bumi dan budaya.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan, pengangkatan Goa Bloyot merupakan bagian dari upaya memperkenalkan potensi Berau dalam pengembangan Geopark Sangkulirang Mangkalihat bersama Kabupaten Kutai Timur.

Menurutnya, Goa Bloyot merupakan salah satu geosite atau situs warisan bumi yang berada di kawasan geopark tersebut.

Keberadaan lukisan prasejarah menjadi daya tarik tersendiri yang memiliki nilai penting dari sisi sejarah, budaya, maupun pariwisata.

“Goa Bloyot ini memiliki ciri khas tersendiri. Di sana terdapat lukisan atau cap tangan yang diperkirakan berusia sekitar 35 ribu hingga 40 ribu tahun,” ungkap Yudha.

Ia menjelaskan, pemilihan tema tersebut juga menjadi upaya untuk memperkenalkan potensi wisata Berau yang tidak hanya bertumpu pada keindahan laut dan pulau-pulau, tetapi juga kekayaan geologi serta peninggalan prasejarah.

Melalui stan Disbudpar dalam Berau Expo 2026, masyarakat diharapkan semakin mengenal Goa Bloyot sebagai salah satu destinasi yang menyimpan nilai sejarah tinggi sekaligus menjadi bagian dari identitas kekayaan alam dan budaya Berau.

Yudha berharap, pengenalan geosite melalui kegiatan pameran dapat memperkuat perhatian masyarakat terhadap potensi Geopark Sangkulirang Mangkalihat.

Dengan begitu, kekayaan warisan bumi yang dimiliki Berau tidak hanya dikenal lebih luas, tetapi juga semakin didorong untuk dijaga dan dikembangkan sebagai daya tarik wisata berkelanjutan. (Adv)