Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Biawan Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah mengebangkan budidaya ikan air tawar melalui media kolam terpal atau bioflok sejak 2024.
Ketua Pokdakan Biawan, Bintang Wahyu Aji mengatakan, kelompoknya mendapatkan bantuan delapan unit bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2024. Bantuan ini merupakan pengembangan Desa Sebakung Jaya sebagai kampung budidaya ikan air tawar.
Sedangkan untuk sarana dan prasarana pendukung lainnya, Pokdakan Biawan mendapatkan bantuan dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berupa mesin pembuatan pakan ikan, budidaya maggot sebagai bahan baku pakan ikan dan sumur bor.
“Kalau kolam bioflok, itu bantuan dari pemerintah. Sedangkan sumur bornya dibantu oleh PHKT,” kata Bintang.
Selain bantuan sarana dan prasarana, kata Bintang, kelompoknya juga mendapatkan pendampingan dari PHKT dalam pengolahan perikanan serta pelatihan pengemasan hasil olahan.
“Kami juga mendapat pendampingan dari PHKT mengenai pengemasan produk olahan,” ujarnya.
Bintang mengungkapkan, kolam bioflok yang dikelola rata-rata membudidaya ikan patin dan nila. Kolam bioflok yang dikelola kelompoknya ini mampu memproduksi hingga 200 Kilogram (Kg) per kolam.
“Budidaya melalui media kolam bioflok ini rata-rata hanya butuh waktu empat bulan, sudah panen. Bobot ikannya dalam satu kilogram sebanyak empat ekor,” terangnya.
Bintang menekankan, hasil panen ikan dari kampung budidaya ikan air tawar di Desa Sebakung Jaya tidak menemui kendala. Karena, hasil panen diserap oleh pengepul yang ada di desa setempat.
“Kalau penjualannya tidak ada kendala. Hasil panen ikan bisa dijual ke pengepul atau langsung ke konsumen,” terangnya.
Namun, selama musim kemarau ini, Pokdakan Biawan hanya membudidaya ikan nila di dua kolam bioflok. Sedangkan kolam lainnya dijadikan penampungan air untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian yang ada di sekitarnya.
“Di musim kemarau ini hanya difungsikan dua kolam, karena kami juga support kebutuhan air petani yang di sini. sumber airnya dari sumur bor yang dibangun oleh PHKT,” pungkasnya.


