Banner ADV

Delapan Kampung di Biatan Pamerkan Motif Kain Khas Berau di Expo 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kain tenun dan batik khas Berau yang dipamerkan Kecamatan Biatan di Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)
Kain tenun dan batik khas Berau yang dipamerkan Kecamatan Biatan di Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Delapan Kampung di Biatan Pamerkan Motif Kain Khas Berau di Expo 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kain tenun dan batik khas Berau yang dipamerkan Kecamatan Biatan di Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)
Kain tenun dan batik khas Berau yang dipamerkan Kecamatan Biatan di Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Delapan Kampung di Biatan Pamerkan Motif Kain Khas Berau di Expo 2026

Kain tenun dan batik khas Berau yang dipamerkan Kecamatan Biatan di Berau Expo 2026. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Kekayaan budaya Kabupaten Berau tidak hanya tercermin dari tradisi dan kesenian, tetapi juga melalui ragam motif kain yang memiliki ciri khas tersendiri. 

Potensi tersebut diperkenalkan Kecamatan Biatan di Berau Expo 2026 yang berlangsung pada 16–25 Oktober di Lapangan Pemuda dan Gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb.

Camat Biatan, Rusdiansyah, mengatakan setiap kampung memiliki motif masing-masing yang menjadi identitas sekaligus pembeda dari karya kampung lainnya. Keberagaman tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan budaya lokal Berau.

Melalui stan Kecamatan Biatan, kain tenun dan batik hasil karya delapan Kampung yang dipamerkan tidak sekadar menjadi produk kerajinan, tetapi juga membawa cerita tentang kreativitas masyarakat dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan warisan budaya daerah.

“Setiap kampung memiliki motif masing-masing. Ini menjadi kekayaan yang perlu kita perkenalkan kepada masyarakat luas, sehingga orang tidak hanya mengenal Berau dari sektor pariwisatanya, tetapi juga dari hasil karya dan budaya masyarakatnya,” ujar Rusdiansyah.

Menurutnya, keikutsertaan Kecamatan Biatan dalam Berau Expo 2026 menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan produk lokal kepada masyarakat. Pameran ini juga membuka ruang bagi para pengrajin untuk menunjukkan hasil kreativitas mereka kepada pengunjung dari berbagai kalangan.

Keunikan motif yang dimiliki setiap kampung menjadi potensi yang dapat terus dikembangkan, baik sebagai produk budaya maupun sebagai peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat.

Rusdiansyah berharap, melalui kegiatan seperti Berau Expo, kain tenun dan batik khas Berau semakin dikenal serta mendapat perhatian lebih luas. Dengan demikian, produk kerajinan lokal tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran karya dari delapan kampung tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas dan kekayaan budaya daerah. (Adv)