Banner ADV

Dishub Berau Incar Sistem Pelacak Speedboat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Dishub Berau Incar Sistem Pelacak Speedboat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Dishub Berau Incar Sistem Pelacak Speedboat

Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Pengawasan transportasi laut di Kabupaten Berau berpeluang semakin diperkuat melalui pemasangan sistem pelacak kapal atau Automatic Identification System (AIS). 

Teknologi ini diusulkan untuk membantu memantau pergerakan speedboat, termasuk perjalanan dari Tanjung Redeb menuju kawasan wisata Maratua.

Dinas Perhubungan (Dishub) Berau kini menyiapkan sejumlah usulan pengembangan transportasi laut yang akan dibawa ke pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.

Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni menjelaskan, pemanfaatan teknologi pelacakan kapal menjadi salah satu kebutuhan yang ingin didorong. 

Dengan sistem tersebut, pergerakan kapal di jalur pelayaran dapat dipantau sehingga pengawasan terhadap aktivitas transportasi laut diharapkan lebih optimal.

“Kami dorong adalah bagaimana pergerakan speedboat bisa terpantau, terutama untuk perjalanan dari Tanjung Redeb menuju Maratua. Jadi, pengawasan tidak hanya bergantung pada pemantauan di dermaga,” jelasnya.

Menurut Rusnan, kebutuhan pengawasan tersebut juga perlu ditunjang dengan ketersediaan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah dermaga. 

Saat ini, fasilitas CCTV telah tersedia di Dermaga Sanggam, tetapi belum merata di Dermaga Tanjung Batu maupun dermaga di wilayah Biduk-Biduk.

Padahal, keberadaan kamera pengawas dinilai penting untuk membantu memantau aktivitas penumpang, kapal, serta kondisi di area dermaga.

Karena itu, penambahan fasilitas tersebut turut masuk dalam daftar kebutuhan yang akan diperjuangkan Dishub Berau.

Tak hanya soal teknologi dan pengawasan, pengembangan infrastruktur juga menjadi perhatian. 

Dishub Berau mengusulkan pembangunan dermaga di kawasan Balai Kukup, Kecamatan Biduk-Biduk, untuk mendukung kebutuhan transportasi laut di wilayah pesisir.

Di sisi lain, Rusnan menyebut fasilitas yang telah tersedia, seperti Dermaga Sanggam dan Dermaga Maratua, juga perlu dioptimalkan pemanfaatannya agar dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

“Harapannya, fasilitas transportasi laut di Berau bisa semakin memadai dan menunjang keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Rusnan mengatakan, pihaknya berencana melanjutkan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam waktu dekat. Tapi, jadwal pertemuan tersebut masih menunggu kepastian dari Kementerian Perhubungan.

Sebelumnya, Dishub Berau telah melakukan pertemuan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk membahas kebutuhan sektor transportasi.

Koordinasi dengan Ditjen Perhubungan Laut menjadi langkah berikutnya untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pengembangan transportasi perairan di Berau.

Meski sejumlah kebutuhan telah dipetakan, realisasinya masih bergantung pada kebijakan dan dukungan anggaran pemerintah pusat. 

Di tengah penerapan efisiensi anggaran, Dishub Berau berharap usulan yang diajukan dapat memperoleh perhatian dan direalisasikan secara bertahap.

“Dalam kondisi efisiensi anggaran ini, kami berharap usulan yang paling dibutuhkan bisa mendapatkan dukungan sehingga peningkatan layanan dan keselamatan transportasi laut di Berau dapat berjalan,” tutup Rusnan. (Adv)