Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri menyoroti tantangan pengembangan ruang publik dan pusat ekonomi masyarakat di Tenggarong. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Pasar Tangga Arung Square yang masih perlu didorong agar lebih ramai dikunjungi masyarakat.
Di tengah bermunculannya tempat wisata dan wisata kuliner baru, pemerintah daerah menilai perlu ada evaluasi terhadap daya tarik masing-masing lokasi, termasuk mencari tahu penyebab sepinya pengunjung serta langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kunjungan.
“Ini menjadi tantangan. Seperti yang terjadi di Pasar Tangga Arung Square, kemudian muncul juga beberapa tempat wisata baru dan wisata kuliner baru. Kita bisa mendorong wawasan dan melihat prospek Pasar Tangga Arung Square, apa penyebabnya sepi, dan apa yang bisa membuat Pasar Tangga Arung Square menjadi ramai. Itu juga menjadi salah satu hal yang menjadi fokus ke depan,” ujar Aulia. Senin (19/10/2026)
Menurutnya, pengembangan ruang publik dan pusat kuliner tidak cukup hanya dengan mengandalkan keberadaan masyarakat lokal. Pengelola perlu memikirkan strategi untuk menghadirkan daya tarik yang mampu membuat pengunjung tertarik datang.
Ini juga berlaku bagi sejumlah tempat wisata kuliner baru yang bermunculan di Tenggarong. Aulia berharap para pengelola tidak hanya berfokus menyediakan tempat berkumpul, tetapi turut membangun konsep yang dapat menarik lebih banyak konsumen.
“Untuk tempat-tempat wisata kuliner baru yang bermunculan di Tenggarong, harapan kita pihak pengelola juga tidak mengabaikan bagaimana caranya menarik wisatawan datang,” katanya.
Aulia mengakui jumlah penduduk Tenggarong menjadi salah satu tantangan apabila pelaku usaha hanya mengandalkan konsumen dari dalam kota. Karena itu, diperlukan inovasi agar tempat-tempat kuliner tersebut memiliki daya tarik yang lebih luas.
“Kalau kita hanya berharap pada jumlah penduduk, mungkin anak muda atau orang yang tinggal di kota ini tidak sebanyak kota-kota lain atau daerah lain di Kalimantan Timur,” ungkapnya.
Ia berharap para pengelola mampu menghadirkan sesuatu yang berbeda sehingga tempat wisata kuliner di Tenggarong dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk masyarakat dari luar daerah.
“Tapi harapan kita, para pengelola tempat-tempat kuliner baru yang bermunculan di Tenggarong bisa membuat sesuatu yang berbeda. Harapannya, bukan hanya anak-anak muda Tenggarong yang nongkrong, tetapi juga bisa menarik pelanggan atau konsumen dari luar kota dan daerah sekitarnya,” tutupnya. (Adv)



