Komisi IV DPRD Kaltim Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah dan Pakai Masker

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Komisi IV DPRD Kaltim Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah dan Pakai Masker

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Komisi IV DPRD Kaltim Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah dan Pakai Masker

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA — DPRD Provinsi Kaltim memberi imbauan keselamatan bagi seluruh lapisan masyarakat seiring memburuknya kualitas udara di Kalimantan Timur (Kaltim) akibat musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Langkah ini diambil menyusul tingginya akumulasi penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kaltim yang telah menembus 322.067 kasus hingga pekan ke-40 atau per 12 Oktober 2026.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra mengimbau warga untuk menekan aktivitas di luar rumah. Apabila terpaksa harus keluar gedung, maka penggunaan masker berstandar medis sangat disarankan guna mencegah pajanan partikel halus secara langsung.

"Kami mengimbau agar aktivitas luar ruang apabila memungkinkan dikurangi, tetapi apabila tetap harus dilaksanakan, jangan lupa menggunakan masker N95," imbau Andi Satya.

Selain imbauan proteksi diri bagi warga, Andi Satya juga memberikan imbauan keras kepada para oknum pelaku usaha maupun perorangan agar menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Ia menegaskan pembakaran lahan berpotensi memperparah krisis kesehatan masyarakat luas. "Para pembuka lahan sekiranya bisa menghentikan aktivitas yang merugikan masyarakat," tegasnya.

Semakin banyak karhutla terjadi di musim kemarau ini, menurutnya akan memperparah kondisi saat ini yang turut memberi efek domina terhadap banyak sektor, salah satunya seperti pendidikan.

Di sektor pendidikan, Andi Satya menyebut bahwa Komisi IV DPRD Kaltim telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk terus memantau indikator Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

DPRD juga telah memberikan rekomendasi imbauan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi para siswa apabila kondisi udara kembali memasuki zona bahaya.

Menurutnya, kesadaran kolektif dari seluruh pihak, mulai dari menghentikan pembakaran lahan hingga mematuhi protokol kesehatan pernapasan, menjadi kunci utama untuk menekan lonjakan kasus ISPA di Kaltim. 

Andi Satya juga berharap agar masyarakat dapat lebih disiplin dalam menjaga kesehatan diri serta memperketat perlindungan bagi anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia, hingga kondisi kualitas udara di Kaltim kembali normal.